Sajak Doel Muafi

Sebuah Batu Berkapur Sebuah batu berkapur pucatnya melumut di bawah tangga makam jantung penghuni tanah ini. Dari peristirahatan dalam pengap gua membentuk pintu petapa. Udaranya melahirkan keringat mereka, yang lelah mereguk kecut silam. Hingga pudar sepenggal ingat akan kekosongan.   2012   Nyala Mata Kuletakkan keberadaan setiap jengkal pijar yang telah memenggal legam terik siang,…

Puisi Nanang Suryadi – Memandang Lukisan Maruto Septriono

NAMA YANG TAK HENDAK DIHAPUS dari ingatan: ancaman bola-bola api, roda-roda waktu nama yang tetap kekal dalam ingatan nama yang tak hendak dihapus bahkan oleh jemarimu inspirasi: Killing The Name.2005 : Conte on paper : 50 cm X 50 cm   DI DALAM MATA YANG MENYIMPAN RAHASIA mata yang selapang sunyi, mata yang menyimpan rahasia-rahasia…

Sajak-sajak Lukman A Sya Berbicara Dengan Diri Sendiri

Lukman A Sya Hukum Hidup Ingin kuhancurkan langit dikala awan-awan tebal menyentuh kecemasan bukit “Apakah kau sang pengecut bagi gerak-hidupku?” tanya awan kepada bukit. Dan ia berlalu mengikuti angin membiarkanku duduk membusuk menemu sejarah kematian Ingin kuhancurkan langit dikala hujan menjadi keinginan di laut resah Lalu aku akan menari-nari bersama pucuk kelapa itu sambil menembang…

Sajak-sajak JR Laety

Betina, Matilah Tanpa Rangka Ayo, betina. Merentang sayap di malam buta mata berkaca-kaca, tangis mengada-ada diam menikmati neraca jiwa Engkau betina, mana taman yang kau sapa? Wahai, betina. Tabir malam hotel berbintang lengang terlena-lena, lunta berkata-kata tapi jatuh bangun di kaki lima Engkau betina, matilah tanpa rangka! Ayo betina. Naikkan kuda-kuda jaga bercinta meliuk-liuk daun…

TAUTOLOGI DAN CELAH-CELAH DI SEKITAR “KATA,WAKTU”

Oleh: Tulus Wijanarko Hidup ini singkat, sedangkan begitu banyak kesaksian harus disampaikan. Begitu seorang penulis pernah mengungkapkan alasannya menjadi pengarang. Itu sebabnya, lebih dari sekedar bukti keterampilan mengolah kata-kata, karya yang lahir dengan alibi macam itu berpretensi menjadi saksi bagi zamannya. Dan, dengan demikian selalu pantas untuk disimak. Kita tak pernah tahu mengapa Goenawan Mohamad…

Bila Kuturunkan Biduk

Sajak Vita Brevis bila kuturunkan biduk biarkan aku melambai tangan padamu o, masa lampau padamu o, nilai nilai selamat tinggal biarkan aku terbuang menuju yang tak terbayang yang tak terdengar kutahu perjalanan ini perjalanan panjang menuju hulu menuju awal dari buih di lidah ombak ingin kulihat jarak dari awan sedang berarak kutahu kutelah bergerak dari pantai…

tanpa judul

Sajak Herry Nurdi tibatiba, malam ini kau ingin berganti nama “nama ini tak punya nyawa,” teriakmu “aku tak bisa melakukan apa-apa dengan nama ini.” lalu kau membuka satu album foto dan memilih setiap potret gambarmu sejak bayi sampai kemarin pagi kau siram dengan minyak tanah dan membakarnya “andaiku bisa tak ingin kupakai wajah yang sama.” lalu…

Kusebut Kenanganmu

Sajak Muhary Wahyu Nurba kusebut kenanganmu daun-daun merah yang menjenguk letih pada tubuh penatku seusai mencarimu suatu siang kusebut tiap lembar kenanganmu adalah nyanyian ketika merambah dan mengelus mimpi pada tidur pulasku hingga pada suatu sentakan aku pun terjaga: hei, engkaukah itu yang membetulkan letak kecemasan yang menutup sebab kesedihan yang membiarkan sibuk degupan yang bersiap-siap…

PADA RINDANG KAMBOJA

Sajak JR LAETY “Pergi, dan jemputlah cahayamu!” pada tiap pintu ia bertemu para penjaga yang selalu bertanya tentang sejarah, lalu memberinya selembar tiket untuk pulang dan istirah Saat kembali, ia menyaksi orang-orang telah menulis berbaris-baris puisi di sepanjang jalan tangan-tangan rindu melambai menggamitnya “Selamat siang bidadari. Hari ini gaun putihmu terlalu indah!” Di sebuah taman ia…