Cybersastra menelusuri lorong waktu dengan Wayback Machine

Ada semacam kerinduan pada masa lalu, namun seringkali tidak dapat dijangkau kembali. Banyak orang mengangankan untuk menengok kembali masa lalunya dengan menggunakan mesin waktu. Saat ini keinginan tersebut dapat terwujud, karena internet memungkinkan kita untuk bisa melihat kembali dokumen-dokumen yang berserakan gara-gara diretas oleh sekelompok hacker sedangkan pengelola situs tidak menyimpan cadangannya. Situs cybersastra.net yang sangat fenomenal di awal tahun 2000-an ternyata masih bisa ditelusuri beberapa bagian yang tersimpan. Archive.org menyimpannya demikian rapi, hasil dari crawl mereka selama beberapa tahun dengan target cybersastra.net. Silakan bernolstalgia dengan masa lalu cybersastra.net dengan…

Sastra untuk Siapa?

Sastra untuk siapa? Beberapa media massa di Indonesia memuat berbagai macam karya sastra dari berbagai macam penulis dengan background berbeda-beda. Setiap melihat kolom tersebut hati saya gelisah dan ingin berkeluh kesah. Sebagai ‘pembaca biasa’ saya sering merasa aneh dengan karya-karya tersebut. Mungkin saya yang memang ‘tidak paham’ alias bodoh atau jangan-jangan karya sastra yang akrobatik kata tersebut memang hanya ditujukan bagi ‘dunia sastra’ sehingga saya sebagai ‘dunia lain-sastra-’ tidak berkesempatan menikmati karya tersebut dan lebih sanggup menikmati, yang orang sastra sebut sebagai, karya popular semacam Kambing Jantan karya Raditya Dika.…