Sajak-sajak arif djauhar

JAM sekian abad kau bergerak mengapa kau masih enggan berbicara? oleh: Bung Djohar JAM (2) tik.. tik… tik… apa yang mau kau isyaratkan? mungkin pada Sang Israfel yang maha tahu oleh: Bung Djohar SEORANG PENJUAL AKAR KAYU DI SEBUAH KOTA RAYA  di bawah lampu suram kota raya itu dia menambat tubuh tergigil dalam hujan. dia terjaga oleh gemuruh langit, oleh ribut & kabut, oleh derap ribuan kasut melintas hitam jalan aspal. dia seperti melontarkan sesuatu ke hari jauh dan mengenang entah apa. di tengah pacuan kota raya itu segalanya simpang-siur,…

sajak-sajak ariella

MENCARI CINTA Cinta itu pernah ada di sini  Pernah mekar dan wangi begitu semerbak  Kenapa tiba-tiba ia tiada?  Pergi tinggalkan manusia hanya berlumur dosa? Aku muak!  Muak pada udara yang campur mesiu  Muak pada air yang cemar bangkai  Muak pada tanah yang amis merah darah  Aku muak. Aku sedih. Sungguh,  kita semua perlu cinta :  aku, kamu dan dunia! Kucoba jelajah gunung dan lembah  Sibakkan lembabnya halimun senja  Menilik di sela lumut, semak dan pohonan  Ah, adakah cinta di pucuk-pucuk angkuh menara? Kucoba meski pencarian seakan tanpa akhir  Di dasar…

sajak-sajak ari setya ardhi

Mempersiapkan waktu          (:anakku yang belum terlahir) Membangun rumah pelaminan  dalam kepala, aku menampung  tantangan waktu sepenuh kesetiaan.  mempersiapkan nafas matahari,  mengusung desah rembulan  sembari menyajikan perkampungan embun  ke atas rahim dunia. hingga  benih-benih kuburku mampu  menembus keangkuhan cuaca  menimbang-timbang belantara badai,  memelihara tantangan tsunami.  membiarkan sungai air mata  menghanyutkan pertempuran darah  yang mendirikan mihrab kemerdekaan  menyambut ratap kelaparan  yang mengalir deras, menepi kesenyapan  bilik keteduhan istriku, lalu  bayang-bayang ilalang bermain,  mendendangkan kelembutan sarah lambung.  aroma tanah berkeliaran,  besermerbakan kesejukan zikir berdah  berkelana lepas, menyempurnakan  prosesi kelahiran yang menuntun  gemertap…