Sajak-Sajak Anna Haris

Di mana kamu? gemercik suara air yang mengalir di ujung-ujung jemariku menyentuh dingin, menambah suara sepi dalam kalbu di mana kamu? lentiknya jemari peri-peri kecil yang meniupkan angin di telinga menusuk dingin, alirkan getar rindu yang meraja di mana kamu? sungguh aku bosan menanti sungguh aku jemu menunggu duduk termenung menghitung jalannya waktu tanpa harap tanpa kemungkinan dan tiada seekorpun burung terbang menuju cakrawala (di mana kamu?) Biarkan….. Jangan kau panggil aku sekarang, Bulanku aku sedang termenung mengurai mimpi-mimpi di atas air di antara riuhnya suara murai serta cantiknya kelip…

sajak-sajak ani sekarningsih

Selongsong peluru oleh AS Seorang ibu tua membopong anaknya  yang merengek selongsong peluru  yang baru saja ditembakkan  ke dada bapaknya  di pinggir hutan sagu  YANG TERPISAH oleh AS Kedua suami istri setengah telanjang  Terbirit-birit lari dikejar pedang  Diburu peluru  mengenakan sarung merundung malang  rumahnya punah disergap api mortir  Lupa anak-anaknya masih asyik  diselimuti asap mesiu  bermain dibawah lindung pohon pala  Meninabobo sehelai daun yang menjadi boneka  Lugu terasing dari bahana kerusuhandan  dendam demi kebenaran yang tiada hakiki hasut fitnah berkobar menjulang angkasa  ulah segelintir penguasa yang serakah Sebulan mereka terpisah …

sajak-sajak anggoro

Ingat Aku Sebuah kartu yang tidak kubeli, tuliskan perasaan padamu. Rasa kehilangan merupakan nyanyian pagi yang dicuri, karena burung-burung ditembak mati Koran menyimpan berita kehilangan, radio memasang lagu usang -…i miss you like crazy-. Segila aku yang merindu Aku merindumu di koran teremas tuntas. Buang keteduhan menjenguk buruk rupaku Mamahlah aku dalam ejaan itu. Jangan halangi huruf-huruf membentuk namaku Ingat aku yang mengejamu di lembar diktat tebal itu Depok, Agustus 2000 Benalu Benalu melekati pohon penuh ragu Sebuah pohon rapuh sehabis hujan menyepuh mahoni Mengendap berderak derap sekujur tubuh pohonku…