Sajak-sajak Tiar “iyang” Rahman

puisi kelima belas sudah kuterima rindumu yang kau titipkan pada jernihnya sungai di desa kita dahulu yang kadang keruh karena gembala memandikan kerbaunya sebelum beranjak pulang :”AKU PUN RINDU” sudah kudengar salammu yang kausampaikan dengan kokok ayam pagi hari dan burung pipit yang bernyanyi di jendela hati bangunlah…. :”SALAM JUGA BAGIMU” (semoga selamat, rahmat dan…

Sajak-sajak Togog Tedjasomantri

Di Awang-awang ku tulis namamu N,….. Seperti sore tahun kemarin N, aku masih memerlukanmu merapikan peta perjalanan dan menyusun perbekalan sebab kita akan menuju ke arah barat tempat matahari pulang tempat senja mengunjungi kelopak mata tempat harapan kita pernah disimpan disimpan di arah barat – Di awang-awang kutulis namamu N, agar bisa terlihat dari sembarang…

Sajak-sajak Tomita Prakoso

DENGAN MANNEQUIN (sebuah fragmen telenovela) –> DN Aku tak tahu mengapa mesti jadi saksi bagi kebebasanmu sedang dalam diriku sebuah ilusi telah kusiapkan untuk mengikatmu, dengan janji kau akan lebih bebas nanti Aku pun tak tahu apa kita telah sama jadi penyaru (yang penuh dengan gincu !) Tak tahu pula mengapa kita bisa terlupa pada…

Sajak-sajak Tulus Wijanarko

ADZAN PUN LALU mihrab membisu diremas waktu menunggu sang imam tak kunjung berwudhlu. oktober, 2000 tuluswidjanarko LELAKI DI GERBANG KOTA Kemanakah gema suara lelaki, yang pernah menyeru di gerbang kota, zaman demi zaman, jazirah-jazirah, tepi-tepi benua ingin kujaring satu patah saja diantara desau angin, membentur-bentur dingin pencakar langit, lelaki di gerbang kota muara rindu kegelisahan,…

Sajak-Sajak Viddy Almahfoud Daery

SEPANJANG PACIFIK HIGHWAY  pro: Sally Blackfellow lihatlah jalan panjang Pacifik Highway membawaku dari Brisbane ke rumahmu melewati hutan-hutan yang luas dan sungai-sungai yang sunyi kenapa kau matikan televisimu? padahal dari negeriku yang riuh telah lama kukirim gambar kupu-kupu yang kau minta untuk Taman Koolangata janganlah mengurung diri di rumahmu yang indah karena dari Toowomba sampai…

Sajak-Sajak Wahyu Prasetya

ANAKKU MENULIS MERDEKA ATAU MATI Dengan cat semprot anakku menulis di dinding-dinding rumah kalimat yang ia pilih dari buku tulis sejarah sekolah dasarnya warna merah yang melukiskan masa lampau pekikan ada luka parah, da khianat, ada timbunan tentara, petani… peperangan akan selalu direncanakan dari pikiran sebuah rumah maka ia mengecatnya, “merdeka atau mati” lalu teman-temannya…

Sajak-Sajak Wina Juliet Vennin

IJINKAN Ijinkan aku tumpahkan semua beban dipundakku Bukan karena aku tidak mensyukuri RahmadNya Aku hanya ingin berbagi Ijinkan aku rebahkan diriku didadamu Sembari kukatakan semua luapan isi didadaku Untuk sekedar meringankan luka ini Ijinkan aku menangis Walau itu membuatmu terluka Tapi kupercaya kau tetap membasuh luka dan tangisku winna’ 19  01  2000 PERJALANAN MENUJU PURI…

Lomba Menulis Kritik Puisi Komunitas Sastra Indonesia

Dalam rangka memeriahkan Hari Puisi Indonesia (HPI) pada 26 Juli 2013 sekaligus menyambut hari ulang tahun ke-17 Komunitas Sastra Indonesia (KSI), KSI menyelenggarakan Sayembara Menulis Kritik Puisi KSI Award 2013. Menurut Ketua Panitia, Bambang Widiatmoko, M.Si., lomba menulis kritik puisi diharapkan dapat mendorong para penyair untuk mencapai penciptaan karya sastra/puisi tertinggi dan untuk dapat mengapresiasi…

Sajak-Sajak Wowok Hesti Prabowo | Puisi Protes Sosial Politik Reformasi

Sajak-Sajak Wowok Hesti Prabowo    SAMPAI KAPAN : Soeharto sampai kapan kau biarkan aku. menangisi keangkuhanmu hingga pohon-pohon kurus, sawah-sawah pecah. ternak- ternak melahirkan wabah. dan kau masih dengan langkah salah sampai kapan kupahami batumu suara-suara kau tangkap dengan diam. gemericik air kembali kau lemparkan. bahkan angin kau curigai mengalirkan dendam sampai kapan kau buka…

Sajak-Sajak Rendra

Rumpun Alang-alang Engkaulah perempuan terkasih, yang sejenak kulupakan, sayang Kerna dalam sepi yang jahat tumbuh alang-alang di hatiku yang malang Di hatiku alang-alang menancapkan akar-akarnya yang gatal Serumpun alang-alang gelap, lembut dan nakal Gelap dan bergoyang ia dan ia pun berbunga dosa Engkau tetap yang punya tapi alang-alang tumbuh di dada   Surat Cinta Kutulis…