sajak-sajak aris katak biru

menggema sapa
betapa manja dirimu
slalu merajuk sapa
meminta tanda
mengemis purba sapa
pada siapa saja

adakah kamu tahu
mengucap canda
memberi sapa
adalah karya cipta utama kita
tanpa harus meminta

betapa manja dirimu
bertekuk berlutut di depan tuhanmu
berserah diri pada sesuatu
lalu apa peran kamu
di dunia baru

oh
sayangku
hanya kau satu di hatiku
selalu
ragu
ku

pojok kuningan 9nov2k

lontar mocopat

inilah sisa jawaku
yang sering terngiang di telingaku
membahana namun semu
tanpa mengusik kasihku
dandanggulo dia berlagu

yogyaniro kang poro prajurit
lamun biso sami anuladho
kadyo nguni caritane
andelino sang prabu
sosrobau ing maespati
aran patih suwondo
lelabuhanipun
kang ginelung tri prakoro
guno koyo ingkang purun den antepi
nuhoni trah utomo

pojok kuningan – 9nov2k
noda dalam selimutmu

kasih
maafkan aku
karena telah mengotori selimutmu
dengan noda kenikmatanku
yang akan kukenang selalu
dalam menghadapi hidup yang penuh sembilu
atau pun kenikmatan yang rancu
dalam wajah yang penuh hawa nafsu
untuk selalu mencumbumu
maafkan aku
kasih

ps. adakah kau menikmati pendakian puncakmu?

pojok kuningan – 9nov2k

surgaku berkelana
wahai engkau
dimanakah surgaku
aku tak mau kau sembunyikan surgaku di tempat yang aku tak tahu

wahai engkau
kemanakah surgaku
yang selalu membahana menemani kesepianku dalam menanti kasihku

wahai engkau
bagaimana surgaku
mudah-mudahan kau baik selalu sehingga bisa hadir dalam birahinya dan
tubuhku

wahai engkau
mengapa surgaku
selalu muncul dalam kesederhanaan – menghilang dalam kemewahan
lekat dalam pemberian – minggat dengan penerimaan
hadir dalam kepolosan – lepas dalam polesan
berada dalam pelukan – pergi dalam cengkeraman
hening dalam kesendirian – membahana dalam keramaian

apakah birahimu itu surgaku?

pojok kuningan – 9nov2k

lenguhan nikmatmu

(sebentuk puisi buat a)

aku selalu merindu
kehangatan tubuhmu
menikmati lenguhmu
di tengah kota penuh deru
tanpa debu

sukmamu selalu bergetar
menggeliat bak senar gitar
meliuk dan berputar-putar
hingga aku terjajar
dalam nafsu yang kurangajar

peluh bercucuran di tubuhmu
lenguhan membahana dalam nikmatmu
penuh semangat hidup selalu
dalam dunia kenikmatan itu
yang selalu muncul dan ku tak ingin berlalu
dari hadapanmu
selalu

pojok kuningan – 9nov2k

blues buat dani
lengkingan berat sebuah kata
membahana ke seluruh maya
memberi kehangatan suasana
dalam suara berat bergema

kasih

gemuruh suara berkelana
tidak bisa menahan nada
yang bergetar di dalam dada
mendengus seperti nafas kuda

sayang

dingin terasa tubuh membeku
berdiri membujur kaku
diam tak bergetar serasa terpaku
bila menikmati sukmamu

wanita

jika kau mencariku
lihatlah bintang di atas sana
percayalah, aku akan selalu
pojok kuningan – 9nov2k
siapakah aku?
kadang aku harus meradang
meski tidak harus selalu menendang
sambil berteriak riang
hingga tajam memandang
dalam alam selayang pandang

tapi aku masih belum tahu, siapakah sebenarnya aku?

hampir seluruh gunung kudaki
lembah pun aku selusuri
sungai dan laut aku selami
air terjun aku terjuni
untuk mencari aku yang hakiki

hutan lebat aku lewat
melintas padang rumput pun sempat
rumah gedung aku babat
tapi aku tak merasa hebat

apakah aku ada atau tiada?

kadang aku merasa hampa
sehingga perlu berolah rasa
dan memberi isi jiwa selain raga

tapi aku masih belum tahu, siapakah sebenarnya aku?

pojok kuningan – 8nov2k

sepenggal pantai st. kilda
terik mentari memekik
menebar panas yang ganas
terukur namun tak terasa
terbuai angin lautan selatan yang maya

semua menebar di pantai st. kilda

pasir-pasir emas bertebaran
diterpa gelombang kecil dan nyaman
dingin terasa di celana

semua menebar di pantai st. kilda

aku hanya bisa merenung
terlena hati yang murung
semua pikiran bertaut bertarung
mengecilkan dada yang busung

semua menebar di pantai st. kilda

berjoli-joli manusia berduaan
berdekapan dan bersentuhan
berpelukan dan berpagutan
bergumul untuk selamanya menikmati cinta penuh rasa
meronta di alam terbuka

semua menebar di pantai st. kilda
aku hanya merasa gairahku bertambah meronta
membayang kasih yang maya
tanpa jeda. burung camarku

– memori medio98
st.kilda adalah sepotong pantai di selatan kota melbourne. puisi berkerangka asmaradana, tetapi bisa ditafsirkan situasi perpolitikan australia 1998 dalam perseteruan ras dengan bintang utama pauline hanson dan john howard, atau mungkin pemilihan umum dengan pertentangan dua partai besar. semua terserah anda, dalam mencari cinta. sambil mengingat: poor indonesia. nama saya aris. buat sentot: baca puisi siapakah aku? apakah aku ada atau tiada? kadang aku merasa hampa sehingga perlu berolah rasa dan memberi isi jiwa selain raga tapi aku masih belum tahu, siapakah sebenarnya aku?
blues buat dani 2

seharusnya kutahu untuk datang sesudah waktu
sudah lama kumerindu akan birumu
biasanya mudah sekali ku mencumbu
untuk mengemis tetes ibamu
biru selalu cintaku

b.b. king pun berlagu
    ain’t nobody here but us chickens
    ain’t that just like a woman
    jack, you’re dead

lagu biru pun terus melaju
dalam terang langitku
dalam malam yang membeku
sendu

senandung syair jadi biru tanpa hadirmu
dalam pangkuanku sewaktu

biru tubuh membeku
dalam kungkungan waktu
tersekap dingin membatu
dalam bimbang dan ragu
biru tubuh membeku

jack, you’re dead
b.b. king masih berlagu
tanpa mengenal waktu
membawa biru
sendu

pojok kuningan – 9nov2k

hikayat mat surat
inilah sebuah cerita hikayat
tentang seorang mat surat
yang sedikit agak keramat
di belantara bebuahan kelapa yang pucat
dalam kata yang ketat

cerita dari alas malang
rumah tempat dia berpulang
menembus alang-alang
dengan senjata parang
yang selalu terselip di pinggang
bersiap untuk jiwa meregang

di suatu waktu
di atas sebuah batu
diasahlah parang setajam itu
siap untuk beradu

inilah sebuah cerita hikayat
tentang seorang mat surat
yang sedikit agak keramat
di belantara bebuahan kelapa yang pucat
memburu penjahat

matahari muncul di ufuk timur
pohon kelapa bangun dari tidur
mat surat siap bertempur
kawan dan lawan tiada bercampur
dikejar sampai ke batu kapur
parang terhunus segera menggempur
lawan tiada dibiarkan kabur

inilah sebuah cerita hikayat
tentang seorang mat surat
yang sedikit agak keramat
di belantara bebuahan kelapa yang pucat
menuai nikmat
dari tubuh telanjang ketat

bila malam telah datang
mat surat bersegera pulang
di kepalanya sudah terbayang
seorang perempuan dengan kain tersingkap telanjang
telentang
menanti tusukan pedang
panjang-panjang

dalam kehangatan gubuk di ladang
dibuai teriakan mengiang-ngiang
selayang pandang
perempuan menggigit menendang
tak tertahan kenikmatan yang datang
selalu dinanti tiap malam menjelang
terbuai lelaki bimbang
dalam dada yang bidang

inilah sebuah cerita hikayat
tentang seorang mat surat
yang sedikit agak keramat
di belantara bebuahan kelapa yang pucat
lelaki dari alas malang – mat surat

– memori kecil

hilang waktuku
tak terasa waktu berlalu
dalam perasaan tak menentu
tak tahu apakah aku harus menunggumu
atau mengemis akan cintamu

haruskah ku menangis dalam tawa
dalam dunia yang penuh canda
dibuai wanita dalam goda

hilangkah waktuku
bila menikmatimu
pojok kuningan – 9nov2k
balada bourke street
bilang kukenang dirimu
tentu tanpa wajah ayu

aku selalu ragu

di sepotong jalan itu
langkah kita beradu
ditingkah tiupan saksopon berlagu
dihembus angin dingin menderu

kita selalu bersandar di batu itu
melihat orang melintas melaju
di gemuruh kota itu
kenanganku

bila daun-daun berguguran
burung camar beterbangan
remah roti kau tebarkan
kelepak burung di tangan kau biarkan

kita selalu minum air keran itu
melepas dahaga sendu
ditingkah suara trem melaju
dalam tiupan aborigin menderu

aku selalu ragu
kenanganku

pojok kuningan – 9nov2k
malam di jimbaran 1

(untuk sahabatku ib, ak, dan lt yang setia menemaniku dalam malam-malam
sembilu)
kadang aku merasa meronta
berputar melingkar di atas roda
memilih bagaikan raja
rupanya
memilih adalah sebuah anugerah
yang kadang tak bisa kugunakan semestinya
rupanya
teman adalah segalanya
walau teman bukan pilihan
kuyakin teman adalah anugrah yang diterimakan

adakah teman itu kepastian?
seperti pastinya waktu pesawat berangkat dan pulang
seperti pastinya nyala lampu pesawat berkelip di waktu malam

adakah teman itu siklus?
seperti siklus pesawat yang berangkat dan pulang
seperti siklus siang dan malam

adakah teman itu hebat?
sehebat lilin yang tak mati dihembus angin lautan
sehebat nasi terhidang yang mengenyangkan

ps. adakah engkau menikmati nasimu

uluwatu cafe – jimbaran – midokt2k
malam di jimbaran 2
(untuk sp curahan hatiku)
mustikah pijatan itu melemaskanmu
atau sekedar melepas rindu dalam bayang-bayang semu
kutahu apa yang kau mau

bila di malam engkau tengadah
apakah dunia menjadi berubah
mungkin bintang-bintang menjadi lelah
termakan oleh sumpah
uluwatu cafe – jimbaran – midokt2k

gersang di bukit badang
hatiku berasa luluh
mengeluh tiada tumbuh
ronggaku kosong tiada penuh

otakku makin terangsang
dalam keheningan gersang
muncul kesepian meregang

akankah semua ini hilang
dalam kepongahan raksasa yang menantang
tiada memberi tiada mengundang
bukit badang – midokt2k
kolam nusa dua
ketika mentari mulai temaram
bahkan senja jingga beranjak pulang
kita berjalan bersisian
menembus malam di atas kolam

tertegun aku melihat sinar keluar dari kolam
memberi sapa menuai kegembiraan
ikut menapak jalan penantian

keriuhan itu sudah berlalu
lontaran kata menjadi senyap
dalam waktu yang hampa seketika

ketika terang menjadi malam
ketika api menjadi air
ketika tonggak menolak pokok nyiur
kita berjalan bersisian
menembus malam di atas kolam

nusa dua – midokt2k
uluru melaju
ketika jalan panjang tak berujung
lebar lengang tak terhadang

kulihat lekat-lekat semua coklat
sesekali roadtrain lewat
bergetar jantungku tiada sempat
burung gagak hitam terlihat
kukejar aku tak dapat

kesendirianku terganggu
dua israel kata berpadu
semua memandang batu
tanpa pernah merasa ragu
apakah itu

uluru melaju
bak meteor yang dilontarkan dari pusat bumi ke angkasa
bak sungai mengalir ke alam raya
bak batupasir bersisik tak tentu
namun kutahu arahku
uluru melaju
pojok kuningan 10nov2k

garis sejajar
dunia ini terbentuk oleh garis sejajar
garis sejajar bertumpuk
kadang meliuk pinggul sebentuk
terpatah bila kecewa
lumer dalam cinta
meledak bila gairah meronta

percayalah aku
karena aku tahu
dan kau bisa tahu apa yang kau mau
pojok kuningan – 10okt2k
lapidé

quand le vol de poissons dans le ciel
quand l’éléphant fonctionnant rapidement
j’étais ici avec vous toujours
je me rappellerai vous.

puis je vous embrasse dans l’obscurité
vos lèvres se sent comme la misère
mais je sais que vous avez besoin de moi
ensemble
toujours

je vous aime
coin de kuningan – 10 novembre 2k
kerumunan
kerumunan itu berjalan
berlenggok bersinggungan
beribu kata terlontar
berjuta otot bergetar
di persimpangan

apa yang sebenarnya kau mau
dari kerumunan itu
lenyap hilang tak tentu

apakah itu kemerdekaan?
siapa yang akan memberikan?
kan
harus diperjuangkan

eh – kami hanya bisa mentertawakan
batu pun tak kami bawakan
pojok kuningan 10nov2k
bebek-bebek liar
bebek-bebek liar mencari mangsa
di seputaran markasnya
lemah gemulai cantik jelita
suara lembut merindu tipu
sigap menerkam semua

mengapa aku diam saja
menjadi mangsanya
malah senang-senang saja
pojok kuningan – 10nov2k
getaran

getaran itu berlalu tanpa waktu
berjalan sempoyongan lumer dalam kelembutan
maya

apakah aku sirna mengikutinya?

namun semuanya hanya angka
yang tak kutahu artinya
entah mengapa
pojok kuningan – 10nov2k
puisi takut
Aku sebenarnya nggak tahu musti berbuat apa. Sungguh. Sebetulnya aku sayang
sekali padamu. Tetapi mungkin aku hanya bermain-main. Tidak. Aku kan serius.
Sungguh. Atau kamu yang sekarang bermain-main. Aku juga tak tahu kalau aku
begitu. Mungkin dulu aku begitu bernafsu. Bercumbu. Bukan karena kamu
melepas baju, tetapi memang takdir membuat kita begitu. Atau aku yang
terlalu takut melihat keadaan. Takut pada lingkungan yang jelas sangat
meremukkan. Setelah itu kau mengejarku. Takut aku. Melihatmu. Tolong
hentikan itu. Hey kamu, tolong hentikan itu! Mungkin aku bisa tahan. Mungkin
aku tak bisa tahan.

Dering telpon sering memerindingkan bulu romaku. Kucoba lari dari kejaranmu.
Kemana? Aku tentu tak tahu. Sebab aku tak bisa lari, aku hanya bisa
berhenti. Di sini. Mungkin kalau kau tak terlalu larut dalam perasaanmu, aku
pun begitu. Sungguh. Aku takut melihatmu. Apalagi memegangmu. Apalagi
bercinta denganmu. Aku takut melihat tumbuhnya bunga cintaku. Padamu.

Peliharalah bunga cintaku. Aku akan menyusulmu. Bila telah tiba waktuku.
Lepas dari sudutku. Tapi apakah mungkin itu. Janjiku (mungkin bohong lho)
aku akan menyayangmu. Padamu. Kau bukan pahlawanku.
pojok kuningan – 2000

sekelumat nikmat
sujud pada tuhan yang berkat
mudah-mudahan bisa membawa rahmat
untuk hidup yang lebih nikmat
dalam sukma bersemangat
ingat

mengapa kau semat kain itu
bila hanya menyingkap kalbu
dalam wajah manismu

dosaku luluh dalam peluhmu
berkutat memijat penuh pekat
menunggu hari kiamat
yang agaknya tak semakin dekat

ingat
kemana kau pergi
sebelum kau nikmati
nikmat yang kecil ini
ingat
dusit inn balikpapan – 2000
kemana soe-ku
bila angin menderu
dan panas memacu
serta matahari memburu
aku teringat soe-ku

bunga pepaya mayang
sudah hilang
apakah soe-ku juga menghilang?
setelah orang datang terbilang
menghunus pedang

(aku mendengar di kejauhan – fucking yellow – dan dua jari bersilangan – aku
tetap berlalu)

selalu kurindu bunga pepaya pedasku
soe-ku
tanah-ku
makan-ku

pojok kuningan – 2000