MUSIM GUGUR (Friedrich Nietzsche)

Ini musim gugur: merontokkan mu juga hati mu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Matahari mendaki gunung dengan perlahan Dan naik dan naik Setiap langkah dengan sepi Apakah bunga-bunga dunia sudah layu Pada benang yang bergerak tanpa nafsu Angin sebagai lagunya Harapan telah sirna Dia yang murka padanya Ini musim gugur: merontokkan mu juga hatimu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Oh buah pepohonan Kau gemetar, jatuh ? Rahasia apa yang kau ajarkan Malam hari Es dingin menghujani pipi Menutupi kemerahan Kau diam, tak menjawab ? Siapa yang…

GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR

oleh: Cunong Nunuk Suraja Bulan April memang identik dengan bulan sastra dengan titik tolak pemikiran Chairil Anwar yang ditengarai sajak-sajaknya oleh Sutan Takdir Alisjahbana(STA) sebagai rujak: “Makanan ini asam, pedas, asin, dan banyak terasinya, berguna untuk mengeluarkan keringat, tapi tak dapat dijadikan sari kehidupan manusia.” (Dalam Goenawan Mohamad. 2011.“Takdir: Puisi dan Antipuisi” Puisi dan Antipuisi. Jakarta: Tempo dan PT Grafiti Pers. pada halaman 74 dan 171). Sajak-sajak semangat Chairil Anwar walaupun juga diketahui sebagai karya saduran memang menyodorkan pemilihan kata baru yang meruyak dan memporak-porandakan kosa kata Bahasa Indonesia yang saat…