IJEN SUATU KETIKA

Pada putaran yang kesekian Gelisah sekujur bukit tumpah Riak-ricik cemas dan ketakutan Membayangi isyarat bencana : Darah dan kematian Tapi kami yang lahir dari kawah-kawah Lebih mencintai kepundan, asap,dan segala muruwah Hingga putaran yang kesekian Nasib dan ajal mulai berkelindan Debu-debu meminang langit Jantung berlari dalam detak Menimpali tanah yang enggan retak Dibayangi mendung membubung […]

Continue Reading