All posts by Gus Noy

Dia Terbang, Aku Terpaku *

Tristesse, Cetakan Pertama September 2004: A Tribute to Oktarano Sazano

Minggu, 05 Februari 2012, pukul 20.00 WITA saya membuka internet. Niat awalnya adalah mengirim beberapa puisi grafiti untuk grup Puisi Grafiti di jejaring sosial Facebook (FB), dan mengirim cerpen ke sebuah koran melalui surat elektronik (surel). Naskah sudah saya siapkan sebelumnya namun belum juga terkirim karena keasyikan berpuisi grafiti sekaligus ngobrol dengan rekan pantun.

Udara dingin di luar tertahan oleh daun pintu. Sedangkan waktu melaju tanpa mampu saya tahan. Minggu malam pun berganti Senin dini hari. 05 telah menjadi 06 Februari. Sekitar pukul 02.30 WITA, saya mulai diserang lelah. Tapi belum juga sempat mengirimkan cerpen untuk media massa. Pemuisi Bandung Wida “Sireum Hiedeung” Waridah (WW) menghubungi saya via fasilitas ngobrol di FB, menyoal sudah siap buku antologi cerpen suaminya yang juga saya pesan lima (5) buku. Dari harga, kapan kirim, transfer, alamat, dan lain-lain. Lantas kami berhenti berkomunikasi.

Lebih setengah jam WW menghubungi saya lagi. WW mengabarkan berita duka tentang kepergian kawan pemuisi muda, Oktarano Sazano (OS), ke alam yang selalu hanya menjadi ramalan orang-orang hidup. Tentu saja ini berita yang sungguh mengejutkan bagi saya! Tapi kenapa baru saat ini, dini hari, sementara kemarin-kemarin atau malah tadi saya dan WW berbincang-bincang melalui fasilitas chatting FB?
Continue reading “Dia Terbang, Aku Terpaku *” »