All posts by yudhie yarcho

festival amnesia

”we want the world and we want it”[1]

pesta terhampar
memori tertampar
racun
meracuni
teracuni
kretek
perangko bekas
filateli
cerita dengan berbagai ending
hilang
menghilang
dihilangkan
kehilangan

”biografi kehilangan”[2]
”hilang dan ketiadaan bukanlah sesuatu yang luar biasa”[3]

membunuh
terbunuh
dibunuh
bunuh diri /sendiri/
hara kiri

”did you have a good world when you died?”[4]

wajah dalam botol
para pencari minyak
para pencari beras
para pencari kerja
dan
lampu disko
ectasy
alkohol
nikotin
suara-suara penuh sesak

”o voltaire! o manusia! o omong kosong!”[5]

kemana berlari
hai, orang-orang suci
amnesia
amnesia
amnesia
akhir
berakhir
terakhir
end
mati

”when the music’s over turn out the lights”[6]

/ ydy
———————–
[1],[4],[6] the doors,
[2] dina oktaviani,
[3] goenawan mohamad,
[5] friedrich nietzsche

tentang kota yang kepadanya aku selalu kembali

pagi yang basah,
nyanyian katak mengalun dari persawahan di belakang rumah
petani mulai menyemai benih padi mereka,
dan berharap hasil panen akan melimpah nantinya

lalu sekumpulan anak-anak bertelanjang dada dan kaki,
berjalan berbaris di atas pematang menuju ke kali
keriaan yang terpancar di wajah mereka,
melebihi sebungkus jajanan pasar oleh-oleh dari ibunya

kisah masa kecil kami,
adalah perjalanan yang tak akan terlupa sampai nanti
meski kini tak bersama-sama lagi,
tapi selalu saja rasa rindu menyesaki dada ini

berpuluh tahun sudah berlalu,
kota ini telah jauh berbeda daripada dahulu
tanah yang lapang menghampar luasnya,
berganti bangunan-bangunan megah di atasnya
stasiun kereta  tempat kami sering bermain dan bercanda,
kini sudah menjadi terminal angkutan kota
hutan dan gunung yang ramai dengan kicau burung-burung
kini menjadi reruntuhan dan batu-batu yang berwajah murung

sudah begitu banyak yang berubah,
namun orang-orang masih saja ramah
atau mungkin menyembunyikan amarah,
dari penguasa yang serupa penjarah

melihat dalam tidur

terkadang dalam tidurku aku melihat orangorang tak berdaya menahan beban hidupnya hargaharga yang jauh melambung tak terjangkau oleh tangantangan yang lemah dan terancam karena bayangan gizi buruk dari setiap bayi yang dibuang dengan sengaja oleh orangorang tua mereka sendiri sementara di bagian mimpi yang lain masih saja bersliweran mobilmobil mewah yang dengan seenaknya saja membuang sampah di sepanjang jalan yang dilewati yang nantinya akan kupunguti karena itulah satusatunya cara yang kuketahui untuk sekedar bertahan hidup

mungkin butuh waktu untuk kita dapat merasakan panas sinar matahari yang melelehkan kulit dan membuatnya menjadi sepucat pekat dan lalu kita akan dengan sangat menyesal mengutuki diri kenapa tidak memakai tabir surya dan mestinya kita juga pernah berpikir tentang apa yang menjadi kehendak dari yang di atas sana juga mencoba untuk menerjemahkan segala mimpimimpi yang teralami dalam tidur kita di bumi

seharusnya kita mempunyai kesadaran untuk menjaga apa yang kita lakukan sebab tanpa disadari telah tertanam beribu penyadap di sekitar kita yang akan mencatat apapun segala yang kita perbuat

ah, kawan, mungkin kau sudah lupa. bagaimana sebuah perjalanan tidak selalu menjadi bagian dari sejarah, yang seperti kautahu juga, sejarah ditulis sebagai pembenar, bukan atas dasar kebenaran