festival amnesia

”we want the world and we want it”[1] pesta terhampar memori tertampar racun meracuni teracuni kretek perangko bekas filateli cerita dengan berbagai ending hilang menghilang dihilangkan kehilangan ”biografi kehilangan”[2] ”hilang dan ketiadaan bukanlah sesuatu yang luar biasa”[3] membunuh terbunuh dibunuh bunuh diri /sendiri/ hara kiri ”did you have a good world when you died?”[4] wajah dalam botol para pencari minyak para pencari beras para pencari kerja dan lampu disko ectasy alkohol nikotin suara-suara penuh sesak ”o voltaire! o manusia! o omong kosong!”[5] kemana berlari hai, orang-orang suci amnesia amnesia amnesia…

tentang kota yang kepadanya aku selalu kembali

pagi yang basah, nyanyian katak mengalun dari persawahan di belakang rumah petani mulai menyemai benih padi mereka, dan berharap hasil panen akan melimpah nantinya lalu sekumpulan anak-anak bertelanjang dada dan kaki, berjalan berbaris di atas pematang menuju ke kali keriaan yang terpancar di wajah mereka, melebihi sebungkus jajanan pasar oleh-oleh dari ibunya kisah masa kecil kami, adalah perjalanan yang tak akan terlupa sampai nanti meski kini tak bersama-sama lagi, tapi selalu saja rasa rindu menyesaki dada ini berpuluh tahun sudah berlalu, kota ini telah jauh berbeda daripada dahulu tanah yang…

melihat dalam tidur

terkadang dalam tidurku aku melihat orangorang tak berdaya menahan beban hidupnya hargaharga yang jauh melambung tak terjangkau oleh tangantangan yang lemah dan terancam karena bayangan gizi buruk dari setiap bayi yang dibuang dengan sengaja oleh orangorang tua mereka sendiri sementara di bagian mimpi yang lain masih saja bersliweran mobilmobil mewah yang dengan seenaknya saja membuang sampah di sepanjang jalan yang dilewati yang nantinya akan kupunguti karena itulah satusatunya cara yang kuketahui untuk sekedar bertahan hidup mungkin butuh waktu untuk kita dapat merasakan panas sinar matahari yang melelehkan kulit dan membuatnya…