All posts by ranangdagama

TAK PUAS MAKA TAK KUMBANG

Terdengar nada sumbang, dari doa seekor kumbang; ia ingin punya ayah yang bisa diajak jalan-jalan, “Tuhan, mengapa kami bahkan tak mampu bergandengan?”, memang, kadang kepakkan sayapnya menggoyah iman, melantun dendam kepada secarik takdir yang terlanjur dituliskan.

Pagi ini, kumbang berterbangan di sekitar taman, melihat seorang ayah dimainkan ayunan; anaknya telah diterbangkan jauh, namun tak kunjung pulang. Pada sebatang ketabahan, ayah setia menunggu, sekalipun daunnya tak terlalu rindang setelah habis dihajar hujan.

Kumbang, terbanglah pada puisiku sebentar, lalu lihat ayahmu yang tak gentar, menjadi ayah kumbang.