Puisi puisi Rukmi Wisnu Wardani

Teringat Samboja satu persatu almanak bertanggalan di awal senja seusai hujan reda sehelai daun mangga jatuh di beranda teringat samboja larut di sihir mata. lagi, aku luruh disentuh jemari segera selepas pertama bertemu Ames, rindukah kau pada ibu sebagaimana aku? ada bahasa waktu kau gelayuti pundakku tanganmu menjelma kalimat ketika itu larunglah larunglah rindu sebebas kau bermain di gerai rambutku yang tak begitu legam warnanya itu lelaplah lelaplah tidurmu terbanglah terbanglah tinggi ke mimpi terindah itu satu persatu almanak bertanggalan di penghujung senja kukenang samboja hangat tubuhmu menyisa dalam dekapan…

Puisi-Puisi Cunong Nunuk Suraja

RUANG TEBUKA RUANG BEBAS BERTANYA KABAR dari jendela televisi hujan menyusup keluar bermain bola bersama kanak-kanak telanjang menyepak menendang ke udara menuju tiang gawang menusukkan tembakan bola kiper tunggang langgang hujan tertawa menyemburkan air anak-anak bersorak menyanyikan: “waka waka e e ”this time for us to play” JEJAK HUJAN DI PASIR PANTAI moment-moment hujan berbaris di layar televisi bergaris liris miring dari sudut bumi ke sudut bumi menyirami duka nestapa petani dihajar kemarau monyet-monyet di hutan saling berpelukan menatap air tumpah dari langit tak tertahan mengharap buah ranum usai hujan…