Sajak-sajak Sutan Dj

Luna..la Luna.. Luna..la Luna kamu datang lagi terang bulan teduh temaram Luna..la.Luna.. kamu datang lagi berita apa lagi ini? memori fotografi..tentang.. ..cinta yang karam.. O..Luna..la Luna rembulan..mistis..esoteris penuh ‘sirep’ Luna la Luna… ..tic. *sutan Balmoral, Purnama Oktober 00

Sastra Indonesia dan Politik Sastra – Kuswinarto

Oleh: Kuswinarto Oleh salah seorang rekan yang mengikuti Kongres Bahasa Indonesia VIII di Jakarta, 14—17 Oktober 2003 lalu, saya diberi oleh-oleh sebuah buku setipis 25 halaman berjudul Politik Bahasa (Jakarta, 2003). Buku ini dieditori oleh dua pakar bahasa, Hasan Alwi dan Dendy Sugono, dan diterbitkan oleh Pusat Bahasa—instansi pemerintah eselon II di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang…

Sastra (Berbahasa) Lampung Dari Kelisanan ke Keberaksaraan – Udo Z. Karzi

Oleh: Udo Z Karzi Dang lupa di lapahan, ingok jama sai tinggal (Jangan lupa tujuan, ingat dengan yang tertinggal). Pesan tetua jelma Lappung (orang Lampung) kepada anak muda Lappung yang hendak merantau ini seperti tak berarti banyak ketika melihat kondisi riil di Lampung—spesifiknya Bandar Lampung—saat ini. Anak muda yang beretnis Lampung sedemikian malu dengan kelampungannya. Jika sudah demikian, apa…

Sajak-sajak Toto St Radik

SELAT JOHOR selat johor sediam batu dinihari dirundung murung di seberang singapura yang kecil menyala bagai kawanan kunangkunang liar menyerbu mataku menikam hatiku yang bolong selat johor sediam batu bulan tumpas tanpa jejak segaris sinar memancar dari dasar laut tegak lurus seperti tombak yang menagih negeri dan kudengar suara ibu memanggiliku selat johor sediam batu…

Sajak-sajak Sutan Iwan Soekri Munaf

Sajak untuk Medy Loekito Awal adalah segala tanya dan sangsi berantai tertanam di setiap lekuk senja tentang siapa dirimu datang menghandai Dalam seiring sejalan kudapat sepotong jawaban pada seekor semut yang rela direnggut maut Dan pelan-pelan kuberbisik pada kalbu tentang kesabaran akan berbuah sebongkah harapan dan kuulangi lagi dalam kisi hati terawangi langit biru lepaskan…

Sajak-sajak Tiar “iyang” Rahman

puisi kelima belas sudah kuterima rindumu yang kau titipkan pada jernihnya sungai di desa kita dahulu yang kadang keruh karena gembala memandikan kerbaunya sebelum beranjak pulang :”AKU PUN RINDU” sudah kudengar salammu yang kausampaikan dengan kokok ayam pagi hari dan burung pipit yang bernyanyi di jendela hati bangunlah…. :”SALAM JUGA BAGIMU” (semoga selamat, rahmat dan…

Sajak-sajak Togog Tedjasomantri

Di Awang-awang ku tulis namamu N,….. Seperti sore tahun kemarin N, aku masih memerlukanmu merapikan peta perjalanan dan menyusun perbekalan sebab kita akan menuju ke arah barat tempat matahari pulang tempat senja mengunjungi kelopak mata tempat harapan kita pernah disimpan disimpan di arah barat – Di awang-awang kutulis namamu N, agar bisa terlihat dari sembarang…

Sajak-sajak Tomita Prakoso

DENGAN MANNEQUIN (sebuah fragmen telenovela) –> DN Aku tak tahu mengapa mesti jadi saksi bagi kebebasanmu sedang dalam diriku sebuah ilusi telah kusiapkan untuk mengikatmu, dengan janji kau akan lebih bebas nanti Aku pun tak tahu apa kita telah sama jadi penyaru (yang penuh dengan gincu !) Tak tahu pula mengapa kita bisa terlupa pada…

Sajak-sajak Tulus Wijanarko

ADZAN PUN LALU mihrab membisu diremas waktu menunggu sang imam tak kunjung berwudhlu. oktober, 2000 tuluswidjanarko LELAKI DI GERBANG KOTA Kemanakah gema suara lelaki, yang pernah menyeru di gerbang kota, zaman demi zaman, jazirah-jazirah, tepi-tepi benua ingin kujaring satu patah saja diantara desau angin, membentur-bentur dingin pencakar langit, lelaki di gerbang kota muara rindu kegelisahan,…