TAUTOLOGI DAN CELAH-CELAH DI SEKITAR “KATA,WAKTU”

Oleh: Tulus Wijanarko Hidup ini singkat, sedangkan begitu banyak kesaksian harus disampaikan. Begitu seorang penulis pernah mengungkapkan alasannya menjadi pengarang. Itu sebabnya, lebih dari sekedar bukti keterampilan mengolah kata-kata, karya yang lahir dengan alibi macam itu berpretensi menjadi saksi bagi zamannya. Dan, dengan demikian selalu pantas untuk disimak. Kita tak pernah tahu mengapa Goenawan Mohamad…

Sastra Indonesia dan Politik Sastra – Kuswinarto

Oleh: Kuswinarto Oleh salah seorang rekan yang mengikuti Kongres Bahasa Indonesia VIII di Jakarta, 14—17 Oktober 2003 lalu, saya diberi oleh-oleh sebuah buku setipis 25 halaman berjudul Politik Bahasa (Jakarta, 2003). Buku ini dieditori oleh dua pakar bahasa, Hasan Alwi dan Dendy Sugono, dan diterbitkan oleh Pusat Bahasa—instansi pemerintah eselon II di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang…

Sastra (Berbahasa) Lampung Dari Kelisanan ke Keberaksaraan – Udo Z. Karzi

Oleh: Udo Z Karzi Dang lupa di lapahan, ingok jama sai tinggal (Jangan lupa tujuan, ingat dengan yang tertinggal). Pesan tetua jelma Lappung (orang Lampung) kepada anak muda Lappung yang hendak merantau ini seperti tak berarti banyak ketika melihat kondisi riil di Lampung—spesifiknya Bandar Lampung—saat ini. Anak muda yang beretnis Lampung sedemikian malu dengan kelampungannya. Jika sudah demikian, apa…

GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR[1]

Oleh: Cunong Nunuk Suraja Bulan April memang identik dengan bulan sastra dengan titik tolak pemikiran Chairil Anwar yang ditengarai sajak-sajaknya oleh Sutan Takdir Alisjahbana(STA) sebagai rujak: “Makanan ini asam, pedas, asin, dan banyak terasinya, berguna untuk mengeluarkan keringat, tapi tak dapat dijadikan sari kehidupan manusia.” (Dalam Goenawan Mohamad. 2011.“Takdir: Puisi dan Antipuisi” Puisi dan Antipuisi. Jakarta: Tempo dan PT Grafiti…

FENOMENA SASTRA INDONESIA MUTAKHIR: KOMUNITAS DAN MEDIA

Oleh: Nanang Suryadi  Komunitas Sastra Meneropong sastra Indonesia mutakhir, tidak cukup hanya berbicara perkembangan satu dua tahun terakhir. Walaupun mungkin selama setahun dua tahun terakhir ada suatu perkembangan hebat yang terjadi. Fenomena komunitas sastra, misalnya, sebenarnya bukan merupakan hal yang baru di jagad sastra Indonesia. Lebih dari sepuluh tahun lalu Komunitas Sastra Indonesia sudah mengidentifikasi…

Sastra untuk Siapa?

Sastra untuk siapa? Beberapa media massa di Indonesia memuat berbagai macam karya sastra dari berbagai macam penulis dengan background berbeda-beda. Setiap melihat kolom tersebut hati saya gelisah dan ingin berkeluh kesah. Sebagai ‘pembaca biasa’ saya sering merasa aneh dengan karya-karya tersebut. Mungkin saya yang memang ‘tidak paham’ alias bodoh atau jangan-jangan karya sastra yang akrobatik…

“Filsafat Sejarah dan Sejarah Filsafat: Dinamika Ruang, Waktu, dan Aku”, bab 2 Hampiran Hampiran

Oleh: Nurrudin Asyhadie ———————————- Sejarah adalah nostalgia. Ia adalah pembukaan masa lalu dan penyajiannya pada masa kini. Sebuah penghadiran kembali; representasi dari sebuah rumah, posisi, dan eksistensi yang oleh berbagai sebab, terutama oleh kefanaan waktu menjadi uap di kaca jendela. Virginia Woolf, sastrawati Inggris yang merupakan salah satu tonggak kesusastraan modern oleh karena pembocoran realitas…

Dia Terbang, Aku Terpaku *

: A Tribute to Oktarano Sazano Minggu, 05 Februari 2012, pukul 20.00 WITA saya membuka internet. Niat awalnya adalah mengirim beberapa puisi grafiti untuk grup Puisi Grafiti di jejaring sosial Facebook (FB), dan mengirim cerpen ke sebuah koran melalui surat elektronik (surel). Naskah sudah saya siapkan sebelumnya namun belum juga terkirim karena keasyikan berpuisi grafiti…