Category Archives: Puisi

tentang kota yang kepadanya aku selalu kembali

pagi yang basah,
nyanyian katak mengalun dari persawahan di belakang rumah
petani mulai menyemai benih padi mereka,
dan berharap hasil panen akan melimpah nantinya

lalu sekumpulan anak-anak bertelanjang dada dan kaki,
berjalan berbaris di atas pematang menuju ke kali
keriaan yang terpancar di wajah mereka,
melebihi sebungkus jajanan pasar oleh-oleh dari ibunya

kisah masa kecil kami,
adalah perjalanan yang tak akan terlupa sampai nanti
meski kini tak bersama-sama lagi,
tapi selalu saja rasa rindu menyesaki dada ini

berpuluh tahun sudah berlalu,
kota ini telah jauh berbeda daripada dahulu
tanah yang lapang menghampar luasnya,
berganti bangunan-bangunan megah di atasnya
stasiun kereta  tempat kami sering bermain dan bercanda,
kini sudah menjadi terminal angkutan kota
hutan dan gunung yang ramai dengan kicau burung-burung
kini menjadi reruntuhan dan batu-batu yang berwajah murung

sudah begitu banyak yang berubah,
namun orang-orang masih saja ramah
atau mungkin menyembunyikan amarah,
dari penguasa yang serupa penjarah

TAK PUAS MAKA TAK KUMBANG

Terdengar nada sumbang, dari doa seekor kumbang; ia ingin punya ayah yang bisa diajak jalan-jalan,¬†“Tuhan, mengapa kami bahkan tak mampu bergandengan?”, memang, kadang kepakkan sayapnya menggoyah iman, melantun dendam kepada secarik takdir yang terlanjur dituliskan.

Pagi ini, kumbang berterbangan di sekitar taman, melihat seorang ayah dimainkan ayunan; anaknya telah diterbangkan jauh, namun tak kunjung pulang. Pada sebatang ketabahan, ayah setia menunggu, sekalipun daunnya tak terlalu rindang setelah habis dihajar hujan.

Kumbang, terbanglah pada puisiku sebentar, lalu lihat ayahmu yang tak gentar, menjadi ayah kumbang.

Puisi Rumah Kontrakan

Dapur #1

ruang.
melompong
dipenuhi toples
kosong.

kesepian.

ikan tongkol basah
dalam keranjang
menanam asin garam.
laut berlumpur hitam
dipenuhi kapal layar aneka warna.

pemabok di atas geladak memuja bulan!

ditikamnya bintang bintang
di puncak tiang layar
yang kecil yang jauh yang gemerlapan
berulang ulang dengan sebilah parang.
jarum kompas di saku celana
membeku bersama cerita hantu
masa lalu.

badai sialan!

membuat maboknya tambah kacau
meninggi
air laut pasang
ombak menggigil dan demam
buihnya tersangkut di batu karang
di gigi dan bualan.

mercusuar
memandang
kapal kecil berlayar kecil
di kejauhan
bagai kekasih yang lama mendengkur
dalam derita rindu bantal dan kasur
hotel murahan.

lama
lama
terlalu lama
hijau pinggul hijau pantai hijau
hijau daratan hijau denyut sungai hijau
O tetek Ibu menyala di atas tikar pandan!
O jagat raya di luar dan di dalam
berkilauan bagai sisik sisik ikan
yang berlompatan
di garis rinduku
padaMU!
Jogja, 9 Februari 2012

Continue reading “Puisi Rumah Kontrakan” »

melihat dalam tidur

terkadang dalam tidurku aku melihat orangorang tak berdaya menahan beban hidupnya hargaharga yang jauh melambung tak terjangkau oleh tangantangan yang lemah dan terancam karena bayangan gizi buruk dari setiap bayi yang dibuang dengan sengaja oleh orangorang tua mereka sendiri sementara di bagian mimpi yang lain masih saja bersliweran mobilmobil mewah yang dengan seenaknya saja membuang sampah di sepanjang jalan yang dilewati yang nantinya akan kupunguti karena itulah satusatunya cara yang kuketahui untuk sekedar bertahan hidup

mungkin butuh waktu untuk kita dapat merasakan panas sinar matahari yang melelehkan kulit dan membuatnya menjadi sepucat pekat dan lalu kita akan dengan sangat menyesal mengutuki diri kenapa tidak memakai tabir surya dan mestinya kita juga pernah berpikir tentang apa yang menjadi kehendak dari yang di atas sana juga mencoba untuk menerjemahkan segala mimpimimpi yang teralami dalam tidur kita di bumi

seharusnya kita mempunyai kesadaran untuk menjaga apa yang kita lakukan sebab tanpa disadari telah tertanam beribu penyadap di sekitar kita yang akan mencatat apapun segala yang kita perbuat

ah, kawan, mungkin kau sudah lupa. bagaimana sebuah perjalanan tidak selalu menjadi bagian dari sejarah, yang seperti kautahu juga, sejarah ditulis sebagai pembenar, bukan atas dasar kebenaran

Dunia Maya jejaring Sosial

Oleh: Bintang Kejora

Facebook 1:
Inilah koran elektronik terunik dan terbagus Sepanjang masa
Segala rubrik dan kolom informasi ada disini,
live and non live
semua gratis hanya butuh akun login
para user nangkring disini, menjadi asisten marketing pemiliknya
mempertebal saku si marck zombi jejaring sosial

Facebook 2:
Inilah dunia ketiga dunia abad 21 umat manusia
dunia maya dunia kita
dunia gemerlap kilau pesona
menarik siapa saja untuk berselancar di dalamnya
dunia kata gambar dan suara
Apa yang kau cari semua ada disini :
Continue reading “Dunia Maya jejaring Sosial” »