Puisi-Puisi Cunong Nunuk Suraja

RUANG TEBUKA RUANG BEBAS BERTANYA KABAR dari jendela televisi hujan menyusup keluar bermain bola bersama kanak-kanak telanjang menyepak menendang ke udara menuju tiang gawang menusukkan tembakan bola kiper tunggang langgang hujan tertawa menyemburkan air anak-anak bersorak menyanyikan: “waka waka e e ”this time for us to play” JEJAK HUJAN DI PASIR PANTAI moment-moment hujan berbaris di layar televisi bergaris liris miring dari sudut bumi ke sudut bumi menyirami duka nestapa petani dihajar kemarau monyet-monyet di hutan saling berpelukan menatap air tumpah dari langit tak tertahan mengharap buah ranum usai hujan…

GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR

oleh: Cunong Nunuk Suraja Bulan April memang identik dengan bulan sastra dengan titik tolak pemikiran Chairil Anwar yang ditengarai sajak-sajaknya oleh Sutan Takdir Alisjahbana(STA) sebagai rujak: “Makanan ini asam, pedas, asin, dan banyak terasinya, berguna untuk mengeluarkan keringat, tapi tak dapat dijadikan sari kehidupan manusia.” (Dalam Goenawan Mohamad. 2011.“Takdir: Puisi dan Antipuisi” Puisi dan Antipuisi. Jakarta: Tempo dan PT Grafiti Pers. pada halaman 74 dan 171). Sajak-sajak semangat Chairil Anwar walaupun juga diketahui sebagai karya saduran memang menyodorkan pemilihan kata baru yang meruyak dan memporak-porandakan kosa kata Bahasa Indonesia yang saat…