GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR

oleh: Cunong Nunuk Suraja Bulan April memang identik dengan bulan sastra dengan titik tolak pemikiran Chairil Anwar yang ditengarai sajak-sajaknya oleh Sutan Takdir Alisjahbana(STA) sebagai rujak: “Makanan ini asam, pedas, asin, dan banyak terasinya, berguna untuk mengeluarkan keringat, tapi tak dapat dijadikan sari kehidupan manusia.” (Dalam Goenawan Mohamad. 2011.“Takdir: Puisi dan Antipuisi” Puisi dan Antipuisi. Jakarta: Tempo dan PT Grafiti Pers. pada halaman 74 dan 171). Sajak-sajak semangat Chairil Anwar walaupun juga diketahui sebagai karya saduran memang menyodorkan pemilihan kata baru yang meruyak dan memporak-porandakan kosa kata Bahasa Indonesia yang saat…

festival amnesia

”we want the world and we want it”[1] pesta terhampar memori tertampar racun meracuni teracuni kretek perangko bekas filateli cerita dengan berbagai ending hilang menghilang dihilangkan kehilangan ”biografi kehilangan”[2] ”hilang dan ketiadaan bukanlah sesuatu yang luar biasa”[3] membunuh terbunuh dibunuh bunuh diri /sendiri/ hara kiri ”did you have a good world when you died?”[4] wajah dalam botol para pencari minyak para pencari beras para pencari kerja dan lampu disko ectasy alkohol nikotin suara-suara penuh sesak ”o voltaire! o manusia! o omong kosong!”[5] kemana berlari hai, orang-orang suci amnesia amnesia amnesia…

tentang kota yang kepadanya aku selalu kembali

pagi yang basah, nyanyian katak mengalun dari persawahan di belakang rumah petani mulai menyemai benih padi mereka, dan berharap hasil panen akan melimpah nantinya lalu sekumpulan anak-anak bertelanjang dada dan kaki, berjalan berbaris di atas pematang menuju ke kali keriaan yang terpancar di wajah mereka, melebihi sebungkus jajanan pasar oleh-oleh dari ibunya kisah masa kecil kami, adalah perjalanan yang tak akan terlupa sampai nanti meski kini tak bersama-sama lagi, tapi selalu saja rasa rindu menyesaki dada ini berpuluh tahun sudah berlalu, kota ini telah jauh berbeda daripada dahulu tanah yang…