Di Bawah Cahaya Bulan

Puisi: Nanang Suryadi

 

betapa sepi bulan itu, sendiri, menatapmu

demikian pasi, cahayanya benderang, tak lagi kau nikmati

 

di balik jendela, siapa menyimpan cahaya bulan?

bayang-bayang terbawa awan, melintas di langit sepi, sepimu

yang puisi

 

matanya mata rembulan, cahayanya jauh sampai, ke bilik-bilik

rindu, anganmu menggapai, gapai

 

di bawah cahaya bulan, siapa yang berayun dari dahan ke

dahan? beringsut angin, berkesiut dari sudut ke sudut,

kenang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *