Sastra Indonesia dan Politik Sastra – Kuswinarto

Oleh: Kuswinarto Oleh salah seorang rekan yang mengikuti Kongres Bahasa Indonesia VIII di Jakarta, 14—17 Oktober 2003 lalu, saya diberi oleh-oleh sebuah buku setipis 25 halaman berjudul Politik Bahasa (Jakarta, 2003). Buku ini dieditori oleh dua pakar bahasa, Hasan Alwi dan Dendy Sugono, dan diterbitkan oleh Pusat Bahasa—instansi pemerintah eselon II di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional yang diberi tanggung jawab mengelola kebijakan nasional di bidang kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Isi buku ini merupakan rumusan yang merupakan simpulan Seminar Politik Bahasa di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, 8—12 November 1999. Seminar itu sendiri…

Sastra (Berbahasa) Lampung Dari Kelisanan ke Keberaksaraan – Udo Z. Karzi

Oleh: Udo Z Karzi Dang lupa di lapahan, ingok jama sai tinggal (Jangan lupa tujuan, ingat dengan yang tertinggal). Pesan tetua jelma Lappung (orang Lampung) kepada anak muda Lappung yang hendak merantau ini seperti tak berarti banyak ketika melihat kondisi riil di Lampung—spesifiknya Bandar Lampung—saat ini. Anak muda yang beretnis Lampung sedemikian malu dengan kelampungannya. Jika sudah demikian, apa yang bisa diharapkan dari orang-orang yang kehilangan identitas dan tengah mencari identitas baru? Bahasa menunjukkan bangsa, kata pepatah lama. Bahasalah yang membangun peradaban di dunia ini. Maka, kata kunci untuk melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan bahasa-sastra…

Kenapa Orang-orang Harus Hidup Berpasang-pasangan? – Muhammad Damhuri

Oleh: Muhammad Damhuri Judul : Sarapan Pagi Penuh Dusta (Sebuah Kumpulan Cerpen) Penulis : Puthut EA Penerbit : Jendela, Yogyakarta, 2004 Tebal : xvi + 157 ; 12 x 18 cm Kenapa Adam masih dikepung sepi di taman surga yang bermandikan cahaya sehingga ia terstimulasi untuk memanjatkan doa agar Tuhan menghadirkan Hawa di sisinya? Lalu, seketika Hawa pun meng-ada atas dasar cinta Tuhan pada Adam. Persis mulai dari titik inilah sejarah bermula, bahwa kelak di kemudian hari semua manusia hidup berpasang-pasangan, bersekutu, bersetia dalam membina rumah tangga. Di sini pulalah titik awal sejarah pernikahan yang konon katanya harus…