IJEN SUATU KETIKA

Pada putaran yang kesekian
Gelisah sekujur bukit tumpah
Riak-ricik cemas dan ketakutan
Membayangi isyarat bencana
: Darah dan kematian

Tapi kami yang lahir dari kawah-kawah
Lebih mencintai kepundan, asap,dan segala muruwah

Hingga putaran yang kesekian
Nasib dan ajal mulai berkelindan
Debu-debu meminang langit
Jantung berlari dalam detak
Menimpali tanah yang enggan retak
Dibayangi mendung membubung
Menggantung di atap hitam pekat

Karena kami yang besar pada kawah-kawah
Lebih percaya pada kematian, yang mewangi segala berkah

Tapi putaran waktu kian akrab
Ijen yang melahirkan seribu keramat
Sedikit mulai bersahabat

: Sampailah pada kiamat!

Jember, 28 Februari 2012

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *