INGIN (sajak deden tristiyana)

Ingin mengajakmu memungut bunga kaloju terapung apung dijilat lidah matano,

atau duduk selonjor menatap perahu layar ketika angin mati 
Waktu itu mungkin kita tidak akan bicara apa apa karena kata yang terucapkan
 
sudah terwakili selebar gurat daun yang jatuh dirambutmu

Ingin membawamu melihat kabut atau mengajakmu tengadah memandang awan, 
menyusur lembah yang pernah kupetakan ketika matahari selalu sembunyi
 
dibalik rimbun pohon
 
Ketika itu mungkin engkau akan bertanya galau mengapa kulit bumi dibalik
 
bukit ini tak henti henti terkelupas dan burung burung menjerit bingung
 
Haruskah aku jawab mungkin karena tuah keramat de re metallica agricola

Ingin mengajakmu menyentuh kabut menyusur waktu lalu memungut buah dengen 
berserak dipagi hari atau menangkap kupu kupu lalu kau tuliskan kata kata
 
rindu dikedua sayap dan melepasnya seraya menanti harap
 
Ingin mengabarkan padamu hatiku tak berkabut tak terkelupas hanya ingin
 
terbang bersama dua lembar sayap lembut kupu kupu bertuliskan rindu
 

SQR -1999 
(Hanya untukmu – dan bukan yang lain)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *