Sajak-sajak JR Laety

Betina, Matilah Tanpa Rangka Ayo, betina. Merentang sayap di malam buta mata berkaca-kaca, tangis mengada-ada diam menikmati neraca jiwa Engkau betina, mana taman yang kau sapa? Wahai, betina. Tabir malam hotel berbintang lengang terlena-lena, lunta berkata-kata tapi jatuh bangun di kaki lima Engkau betina, matilah tanpa rangka! Ayo betina. Naikkan kuda-kuda jaga bercinta meliuk-liuk daun luruh angin jatuh, pagi bangun kesiangan Engkau betina, mati benar tanpa rangka Juli 2001 Danau, Telaga dan Pagar Menyemak Danaumu yang ranum, kemana air mengalir? aku rindu mengisapnya seperti musim panas mencucut-cucut rumput, ilalang, dan…

PADA RINDANG KAMBOJA

Sajak¬†JR LAETY “Pergi, dan jemputlah cahayamu!” pada tiap pintu ia bertemu para penjaga yang selalu bertanya tentang sejarah, lalu memberinya selembar tiket untuk pulang dan istirah Saat kembali, ia menyaksi orang-orang telah menulis berbaris-baris puisi di sepanjang jalan tangan-tangan rindu melambai menggamitnya “Selamat siang bidadari. Hari ini gaun putihmu terlalu indah!” Di sebuah taman ia pun berhenti menyalami cericit jahil gelatik kecil yang riang bernyanyi “Bulan kembali, pasang kembali Lihat, daun-daun merendah hati!” sejenak ia menjamah setangkai mawar dan membawa wanginya ke bawah rindang kamboja “Pergilah, lalu kembalikan cahayamu!” ia…