KENANG-KENANGAN (sajak cecep syamsul hari)

Puisi

KENANG-KENANGAN

Bagaimana harus kuucapkan pengakuan ini: Aku jatuh cinta 
berulangkali pada matamu, danau dalam hutan di negeri ajaib
 
yang jauh menyelusup dalam ingatan itu. Berabad-abad
 
yang lalu, kuucapkan selamat tinggal pada apa pun
 
yang berbau dongeng, atau masa silam. Tetapi cinta,
 
bukan sebotol coca cola. Atau film Disney;
 
si sana tokoh apa pun tak pernah mati. Juga bukan Rumi
 
yang menari. Sebab pada matamu bertemu semua musim,
 
sejarah, dan sesuatu yang mengingatkan aku
 
pada suatu hari ketika waktu berhenti, dan kusapa engkau

mesra sekali. Kini, bahkan wajahmu samar kuingat 
kembali. Haruskah kuucapkan pengakuan ini: Aku jatuh cinta
 
berulangkali pada matamu, danau dalam hutan di negeri ajaib
 
yang jauh menyelusup dalam ingatan itu. Tetapi cinta,
 
bukan sekotak popok kertas. Atau sayap
 
sembilan puluh sembilan burung Attar yang terbakar. Cinta,

barangkali, kegagapanku mengecup sepasang alismu

1994

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *