Kusebut Kenanganmu

SajakĀ Muhary Wahyu Nurba

kusebut kenanganmu daun-daun merah
yang menjenguk letih pada tubuh penatku
seusai mencarimu suatu siang
kusebut tiap lembar kenanganmu adalah nyanyian
ketika merambah dan mengelus mimpi pada tidur pulasku
hingga pada suatu sentakan aku pun terjaga:
hei, engkaukah itu yang membetulkan letak kecemasan
yang menutup sebab kesedihan
yang membiarkan sibuk degupan
yang bersiap-siap menerima sujud terbakar

1997

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


six + = 8

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>