PEREMPUAN YANG TAK PERNAH BISA KUMENGERTI (Cerpen Niniek)

Perempuan itu tak bergeming dari lelapnya, bahkan ketika kubenahi selimutnya. Wajah yang begitu damai ditidurkan di dadaku. Nafasnya menghangati keseluruhanku. Sungguh, aku tak sanggup membangunkannya walau begitu banyak yang ingin kutanyakan. * “Kamu tak sungguh-sungguh mencintaiku. Kamu hanya kasihan padaku,” ujar perempuan itu. Aku tertegun. Sangat terkejut mendengar pernyataan yang cenderung menuduh itu. “Tidak lebih,” sakali lagi ia menandaskan sebelum sempat aku menjawabnya. “Kamu hanya kasihan padaku, tidak lebih.” Aku masih saja terkejut, meski ini pernyataannya yang ketiga. Aku tetap diam. Tak hendak menjawab. Aku begitu bingung dengan pernyataannya. Namun…