Dia Terbang, Aku Terpaku *

: A Tribute to Oktarano Sazano Minggu, 05 Februari 2012, pukul 20.00 WITA saya membuka internet. Niat awalnya adalah mengirim beberapa puisi grafiti untuk grup Puisi Grafiti di jejaring sosial Facebook (FB), dan mengirim cerpen ke sebuah koran melalui surat elektronik (surel). Naskah sudah saya siapkan sebelumnya namun belum juga terkirim karena keasyikan berpuisi grafiti sekaligus ngobrol dengan rekan pantun. Udara dingin di luar tertahan oleh daun pintu. Sedangkan waktu melaju tanpa mampu saya tahan. Minggu malam pun berganti Senin dini hari. 05 telah menjadi 06 Februari. Sekitar pukul 02.30…