PADA RINDANG KAMBOJA

SajakĀ JR LAETY

“Pergi, dan jemputlah cahayamu!”
pada tiap pintu ia bertemu para penjaga yang selalu bertanya
tentang sejarah, lalu memberinya selembar tiket untuk
pulang dan istirah

Saat kembali, ia menyaksi orang-orang telah menulis
berbaris-baris puisi di sepanjang jalan
tangan-tangan rindu melambai menggamitnya

“Selamat siang bidadari. Hari ini gaun putihmu terlalu indah!”

Di sebuah taman ia pun berhenti
menyalami cericit jahil gelatik kecil yang riang bernyanyi
“Bulan kembali, pasang kembali
Lihat, daun-daun merendah hati!”
sejenak ia menjamah setangkai mawar
dan membawa wanginya ke bawah rindang kamboja

“Pergilah, lalu kembalikan cahayamu!”
ia mendengar suara itu kembali dari sebuah ruang
entah dimana
tapi berjuta cerita di bening bola matanya
untuk siapa ia bawa pulang?

Juli 1999-Januari 2001

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *