Sastra untuk Siapa?

Sastra untuk siapa?

Beberapa media massa di Indonesia memuat berbagai macam karya sastra dari berbagai macam penulis dengan background berbeda-beda. Setiap melihat kolom tersebut hati saya gelisah dan ingin berkeluh kesah. Sebagai ‘pembaca biasa’ saya sering merasa aneh dengan karya-karya tersebut. Mungkin saya yang memang ‘tidak paham’ alias bodoh atau jangan-jangan karya sastra yang akrobatik kata tersebut memang hanya ditujukan bagi ‘dunia sastra’ sehingga saya sebagai ‘dunia lain-sastra-’ tidak berkesempatan menikmati karya tersebut dan lebih sanggup menikmati, yang orang sastra sebut sebagai, karya popular semacam Kambing Jantan karya Raditya Dika. ternyata saya tidak sendiri, banyak kawan saya yang menempuh pendidikan sekelas kedokteran dan teknik yang selalu mendapat ip diatas 3,5 juga mengalami hal serupa. Tiba-tiba saya teringat satu jargon sastra ‘dulce et utile (menghibur sekaligus mendidik,semoga tidak salah), pertanyaanya bagaimana bisa terhibur dan terdidik jika untuk membaca satu kalimat saja bisa stress.
Continue reading “Sastra untuk Siapa?” »

Undangan: Selametan Bunyi Artmoschestra

Undangan:
SOFTLOUNCHING ALBUM” Selametan Bunyi Artmoschestra”
Tanggal: sabtu 18 februari 2012
tempat: ARTROCK CAFE Jalan Keramik Dinoyo Malang
Jam : 19.00 s/d selesai

Acara:
– Diskusi (bedah komposisi Album Artmoschestra ” Nagara Kretagama United ”
– Pemutaran Film Dokumenter ” Perjalanan ARtmoschestra”
– Mini Perform ARTMOSCHESTRA
– Lelang CD ALBUM

CP: Redy Eko Prastyo
085855186610
email: etnicholic@yahoo.com
FB ( Halaman ) : New Artmoschestra
GRATIS Continue reading “Undangan: Selametan Bunyi Artmoschestra” »

Dunia Maya jejaring Sosial

Oleh: Bintang Kejora

Facebook 1:
Inilah koran elektronik terunik dan terbagus Sepanjang masa
Segala rubrik dan kolom informasi ada disini,
live and non live
semua gratis hanya butuh akun login
para user nangkring disini, menjadi asisten marketing pemiliknya
mempertebal saku si marck zombi jejaring sosial

Facebook 2:
Inilah dunia ketiga dunia abad 21 umat manusia
dunia maya dunia kita
dunia gemerlap kilau pesona
menarik siapa saja untuk berselancar di dalamnya
dunia kata gambar dan suara
Apa yang kau cari semua ada disini :
Continue reading “Dunia Maya jejaring Sosial” »

“Filsafat Sejarah dan Sejarah Filsafat: Dinamika Ruang, Waktu, dan Aku”, bab 2 Hampiran Hampiran

Oleh: Nurrudin Asyhadie

———————————-

Sejarah adalah nostalgia. Ia adalah pembukaan masa lalu dan penyajiannya pada masa kini. Sebuah penghadiran kembali; representasi dari sebuah rumah, posisi, dan eksistensi yang oleh berbagai sebab, terutama oleh kefanaan waktu menjadi uap di kaca jendela.

Virginia Woolf, sastrawati Inggris yang merupakan salah satu tonggak kesusastraan modern oleh karena pembocoran realitas luar dengan realitas dalam pada karya-karyanya—gaya yang nantinya di Perancis dikenal sebagai glass dan menjadi genre tersendiri—pada tahun 1941, menulis sebuah sketsa berjudul A Sketch of The Past. Sketsa ini diperuntukkan bagi Memoir Club, sebuah perkumpulan teman-teman akrab dan para cendikiawan kelompok Bloomsbury, seperti: John Maynard Keynes, Clive, dan Vanessa Bell.

Karangan itu ditulis sebagai selingan tatkala Virginia sibuk menggarap biografi Roger Fry. Memoar itu dibuka dengan narasi “Dua hari yang lalu, tepatnya pada hari minggu 16 April 1939.” Hari itu ia bertemu dengan Nessa, kawannya, yang mengatakan kepadanya jika ia tidak mulai menulis memoar, ia akan terlalu tua. Ia akan berusia delapan puluh lima tahun dan melupakan semua.[1]

Continue reading ““Filsafat Sejarah dan Sejarah Filsafat: Dinamika Ruang, Waktu, dan Aku”, bab 2 Hampiran Hampiran” »

Dia Terbang, Aku Terpaku *

Tristesse, Cetakan Pertama September 2004: A Tribute to Oktarano Sazano

Minggu, 05 Februari 2012, pukul 20.00 WITA saya membuka internet. Niat awalnya adalah mengirim beberapa puisi grafiti untuk grup Puisi Grafiti di jejaring sosial Facebook (FB), dan mengirim cerpen ke sebuah koran melalui surat elektronik (surel). Naskah sudah saya siapkan sebelumnya namun belum juga terkirim karena keasyikan berpuisi grafiti sekaligus ngobrol dengan rekan pantun.

Udara dingin di luar tertahan oleh daun pintu. Sedangkan waktu melaju tanpa mampu saya tahan. Minggu malam pun berganti Senin dini hari. 05 telah menjadi 06 Februari. Sekitar pukul 02.30 WITA, saya mulai diserang lelah. Tapi belum juga sempat mengirimkan cerpen untuk media massa. Pemuisi Bandung Wida “Sireum Hiedeung” Waridah (WW) menghubungi saya via fasilitas ngobrol di FB, menyoal sudah siap buku antologi cerpen suaminya yang juga saya pesan lima (5) buku. Dari harga, kapan kirim, transfer, alamat, dan lain-lain. Lantas kami berhenti berkomunikasi.

Lebih setengah jam WW menghubungi saya lagi. WW mengabarkan berita duka tentang kepergian kawan pemuisi muda, Oktarano Sazano (OS), ke alam yang selalu hanya menjadi ramalan orang-orang hidup. Tentu saja ini berita yang sungguh mengejutkan bagi saya! Tapi kenapa baru saat ini, dini hari, sementara kemarin-kemarin atau malah tadi saya dan WW berbincang-bincang melalui fasilitas chatting FB?
Continue reading “Dia Terbang, Aku Terpaku *” »

Menikmati Pertunjukan Puisi di Internet

Mungkin sebuah pertunjukan pembacaan puisi hanya berlangsung 2-3 jam, namun pertunjukan itu bisa kita nikmati selamanya melalui dokumentasi visual. Sekarang dengan sangat mudah kita bisa menelusuri peristiwa demi peristiwa yang terekam melalui video yang tersimpan di jaringan internet. Video-video tersebut dapat diunduh gratis, antara lain melalui youtube.com.

Banyak penyair yang telah menyimpan dokumentasi visualnya di youtube.com, silakan anda cari dengan kata kunci: puisi atau nama penyair yang diinginkan. Selamat mencoba…

Perkembangan Sastra di Twitter

Twitter sebagai mikro blog yang praktis mendapat banyak sambutan dari para pengguna internet. Dibatasi oleh 140 karakter tidak menyurutkan para penggunanya untuk terus berkicau di sana. Banyak para selebritis dan tokoh publik membuat tulisan-tulisan pendek untuk berinteraksi dengan para followernya

Para penggiat sastra yang juga menggunakan twitter memanfaatkan media tersebut untuk mempublikasikan karyanya. Ada beberapa akun twitter termoderasi yang aktif meretweet karya-karya yang dimention ke akun tersebut. Akun-akun sastra di twitter antara lain: @fiksimini @sajak_cinta @syair_malam @syair_pagi @puisikita @twitpuisi yang rutin setiap hari memilih karya-karya sastra berukuran 140 karakter dengan cara meretweet.

Akun-akun twitter sastra termoderasi tadi memiliki follower yang sangat banyak, yang berperan sebagai kontributor tulisan sekaligus pembaca. Dari sana juga dapat muncul komunitas-komunitas di dunia maya.

Sastra Interaktif

Perangkat komputer semakin bervariasi sesuai kebutuhan. Handphone sekarang dapat dikatakan juga sebagai komputer mini yang cerdas. Dengan sistem operasi yang tidak jauh berbeda antara PC, laptop, notebook, handphone membuat para komputer tersebut dapat saling terhubung satu sama lain.

Untuk beberapa kebutuhan, banyak orang cukup menggunakan handphone cerdasnya. Facebook dan twitter, serta menjelajah ke berbagai situs di saat senggang banyak dilakukan menggunakan handphone. Artikel ini pun dibuat dengan menggunakan blackberry sebuah handphone cerdas.

Cybersastra memungkinkan sastra semakin interaktif antara penulis dan pembaca. Bahkan jika di saat offline, applikasi pada iphone, ipad, android, windows dapat menyuguhkan konten yang interaktif, misalnya dongeng anak yang touch screen, dengan suara, visual yang dapat dimainkan anak-anak dengan cara menyentuh layar. Mengadptasi dongeng ayah atau ibu menjelang tidur, applikasi ini sangat menarik. Sayangnya, applikasi tersebut sebagian besar (jika tidak dapat dikatakan semuanya) dibuat dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Indonesia sampai saat ini belum ada yang ditemukan di app market.

Banyak potensi teknologi informasi yang dapat terus dikembangkan untuk memasyarakatkan sastra lebih luas lagi. Siapa yang mau memulai? Ayo!

Perjalanan Cybersastra ke Depan

Cybersastra menjadi sebuah istilah yang umum dikenal sejak awal 2000an untuk menyebut karya-karya sastra yang berbasis jaringan teknologi informasi (TI). Perkembangan media TI yang pesat dengan perangkat keras dan perangkat lunaknya coba diadopsi oleh para pengguna, juga termasuk di dalamnya adalah para penulis sastra.

Cybersastra sebagai sebuah gerakan telah menginspirasi banyak orang untuk mengoptimalkan berbagai media TI yang ada. Seringkali media tersebut sudah tersedia gratis dan mudah digunakan di jaringan TI. Facebook, twitter, blog menjadi media baru untuk dijelajahi, tentu saja dengan keterbatasan-keterbatasannya yang menjadi tantangan untuk disiasati.

Open source yang dikembangkan google.com yang didukung oleh para akademisi juga para developer software independent menghasilkan program-program revolusioner, yang dapat merombak cara berpikir lama. Perpustakaan besar saat ini adalah google.com dengan search engine dan google booknya. Orang seringkali mencari dulu di sana untuk mengetahui banyak hal. Cybersastra juga banyak memanfaatkan fasilitas tersebut.

Banyak hal yang dapat dikembangkan ke depan, misalnya memanfaatkan app android dan ipad apple dll untuk media cybersastra. Mari kita coba