Puisi-Puisi Cunong Nunuk Suraja

RUANG TEBUKA RUANG BEBAS BERTANYA KABAR dari jendela televisi hujan menyusup keluar bermain bola bersama kanak-kanak telanjang menyepak menendang ke udara menuju tiang gawang menusukkan tembakan bola kiper tunggang langgang hujan tertawa menyemburkan air anak-anak bersorak menyanyikan: “waka waka e e ”this time for us to play” JEJAK HUJAN DI PASIR PANTAI moment-moment hujan berbaris di layar televisi bergaris liris miring dari sudut bumi ke sudut bumi menyirami duka nestapa petani dihajar kemarau monyet-monyet di hutan saling berpelukan menatap air tumpah dari langit tak tertahan mengharap buah ranum usai hujan…

MUSIM GUGUR (Friedrich Nietzsche)

Ini musim gugur: merontokkan mu juga hati mu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Matahari mendaki gunung dengan perlahan Dan naik dan naik Setiap langkah dengan sepi Apakah bunga-bunga dunia sudah layu Pada benang yang bergerak tanpa nafsu Angin sebagai lagunya Harapan telah sirna Dia yang murka padanya Ini musim gugur: merontokkan mu juga hatimu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Oh buah pepohonan Kau gemetar, jatuh ? Rahasia apa yang kau ajarkan Malam hari Es dingin menghujani pipi Menutupi kemerahan Kau diam, tak menjawab ? Siapa yang…

Bila Kuturunkan Biduk

Sajak Vita Brevis bila kuturunkan biduk biarkan aku melambai tangan padamu o, masa lampau padamu o, nilai nilai selamat tinggal biarkan aku terbuang menuju yang tak terbayang yang tak terdengar kutahu perjalanan ini perjalanan panjang menuju hulu menuju awal dari buih di lidah ombak ingin kulihat jarak dari awan sedang berarak kutahu kutelah bergerak dari pantai yang menjorok ingin kulihat sebuah sosok kayuh demi kayuh aku berlayar terayun dan terguncang aku tetap mendayung mencari terang menjangkau ujung vita brevis 160101 Link to this post!