Sebuah Kecelakaan Yang Terjadi Pagi Ini Mungkin Merupakan Awal Puisinya (Puisi: Maya Barmazi)

Menjelang awan di atas sahara Sebuah kota tua Rusa-rusaku berlarian Dari amuk serigala Pagi tadi seorang pejalan kaki Bertemu dengan janjinya Di bawah roda-roda truk gila Surat untuk kekasihnya Masih ada di gengaman jemarinya Arak awan bertambah dua Angin desember membawa Sebutir debu mengusik lamunan Di atas ranjang itu jua Wahai arak awan yang dua Lupakah engkau ikrar tersumpah Sebelum benih tertumpah Bahwa aku adalah mimpimu Bahwa aku adalah bayanganmu Kenapa engkau mengarak ke lain arah Dengan wajah masam di lidah kelu Dan jejak-jejak langkah di pasirku engkau biarkan telanjang…

Aneh (Puisi: Rima Febriyani)

Hatiku tertegun Tatkala melihat mereka meminta-minta Entah Dimana orang tuanya? Tak pedulikah? Pergilah nak, Bukan di sini tempatmu Bukan jalan raya Bukan pula jembatan Istanamu di sana Pakailah seragam mu nak Gerbang sekolah menantimu Tak perlu kau rusak wajahmu itu Tak perlu kau sodorkan tangan mungilmu itu nak Tersenyumlah Yaa Negeri yang katanya kaya ini milikmu milik kalian Oh tuhan Tolong beritahu kami Dimana makhluk berdasi itu bersembunyi? Janji? Sudah lupakah? Atau memang? ini yang mereka maksud sejahtera? Oh lucunya negeriku.. Link to this post!

MUSIM GUGUR (Friedrich Nietzsche)

Ini musim gugur: merontokkan mu juga hati mu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Matahari mendaki gunung dengan perlahan Dan naik dan naik Setiap langkah dengan sepi Apakah bunga-bunga dunia sudah layu Pada benang yang bergerak tanpa nafsu Angin sebagai lagunya Harapan telah sirna Dia yang murka padanya Ini musim gugur: merontokkan mu juga hatimu ! Terbang jauh ! Terbang jauh ! Oh buah pepohonan Kau gemetar, jatuh ? Rahasia apa yang kau ajarkan Malam hari Es dingin menghujani pipi Menutupi kemerahan Kau diam, tak menjawab ? Siapa yang…