Sajak-sajak Toto St Radik

SELAT JOHOR selat johor sediam batu dinihari dirundung murung di seberang singapura yang kecil menyala bagai kawanan kunangkunang liar menyerbu mataku menikam hatiku yang bolong selat johor sediam batu bulan tumpas tanpa jejak segaris sinar memancar dari dasar laut tegak lurus seperti tombak yang menagih negeri dan kudengar suara ibu memanggiliku selat johor sediam batu rinduku begitu gaduh — Johor Bahru Malaysia, 1999 MAJLIS MAKAN MALAM DAN LETUPAN DI MASJID ISTIQLAL ketika lidah sibuk mengganyang 20 tusuk satay, ayam bakar, laksa johor, semangka, dan teh susu dalam majlis makan malam…

Sajak-sajak Sutan Iwan Soekri Munaf

Sajak untuk Medy Loekito Awal adalah segala tanya dan sangsi berantai tertanam di setiap lekuk senja tentang siapa dirimu datang menghandai Dalam seiring sejalan kudapat sepotong jawaban pada seekor semut yang rela direnggut maut Dan pelan-pelan kuberbisik pada kalbu tentang kesabaran akan berbuah sebongkah harapan dan kuulangi lagi dalam kisi hati terawangi langit biru lepaskan haru biru diri Pariaman November 1977 Ibu Lembaga hati belahan batu dalam tanah-tanah rindu tumbuh senyummu dan sesudut mata bernas memandang ke dalam mimpi di antara tualang – Akulah Malinkundang zaman yang terbelah dari rahimmu!…

Sajak-sajak Tiar “iyang” Rahman

puisi kelima belas sudah kuterima rindumu yang kau titipkan pada jernihnya sungai di desa kita dahulu yang kadang keruh karena gembala memandikan kerbaunya sebelum beranjak pulang :”AKU PUN RINDU” sudah kudengar salammu yang kausampaikan dengan kokok ayam pagi hari dan burung pipit yang bernyanyi di jendela hati bangunlah…. :”SALAM JUGA BAGIMU” (semoga selamat, rahmat dan berkah Alloh terlimpah untukmu) sudah kusentuh kecemasan dan tangisanmu yang kausampaikan lewat suratmu yang kau berdiri di serambi rumahmu menanti hari-hari akankah ku kembali? :”INSYA ALLOH AKU ‘KAN KEMBALI” Puisi ke sembilan belas ramai nian…