Sajak Doel Muafi

Sebuah Batu Berkapur

Sebuah batu berkapur pucatnya melumut

di bawah tangga makam jantung penghuni tanah ini.

Dari peristirahatan dalam pengap gua membentuk pintu petapa.

Udaranya melahirkan keringat mereka, yang lelah mereguk kecut silam.

Hingga pudar sepenggal ingat akan kekosongan.

 

2012

 

Nyala Mata

Kuletakkan keberadaan setiap jengkal pijar yang telah memenggal legam terik siang, sebagai lapuk tali merah pada kaki.

Hanya pergantian pagi sukmaku menyala matamu. Telah terikat tubuhku pada diam kalimat. Menggurati suku kata dibalik nyala mata itu. Menanti sesabar genang hujan. Menduga isyarat teratai hitam dalam sungai arus ringan.

Merebut kenang dari kening atau membaca detak jantung, membentuk nama-nama dalam hempas lukisan sepia.

 

2012

 

Tajin Merah

Sejengkal bayang terbata-bata membaca merahmu, sampai pada hari ketigapuluh aroma dupa mengepul dari dahaga diam sedingin bawah hujan. Riaknya melahap basah menjenguk bahagia sebintal bintang terjauh.

Rekah pada khusyuk doa, kembang moyang hinggap lekat pada punggung ibu. Dengan lamur sekumpul tulang lebih indah dalam lahat.

Memunguti jejak arak-arakan pasung silam, hilang dalam kabut bibir kemarau Karena nyala sukma lebih dulu terbakar semalaman. Mengarah pada rongga penghabisan, terjerat di tiang gantungan. Menuju tangga meru dengan sesaji wujudmu.

 

2012

 

Lingkar Cincin

Dari jemarimu, pernah memetakan garis isyarat darah mengalir, berkabut seringsek dada dalam dekap kekasih. Dimana paras bengismu menyambut senyap jantungku melewati ringan angin.

Agar luka ini lebih pantas terasingkan dalam muara sungaimu.

Engkaulah penikam. Silam kekasih terkoyak di atas cadik, karena perahuku tak berdayung. Menuju hilir, kesedihan senantiasa meminta kebahagianku.

Sebatas pembebasan sekejap, untuk menikmati kesangsian pada keyakinan lingkar cincin. Namun segulung gelombang merayu igau arusku.

 

2012

 

 

Doel Muafi. Lahir di Gresik 28 Mei. kini tinggal di Bangkalan-Madura dan salah satu “Para Penumpang” di Bis Kota (Bingkai Seni Komunitas). sekaligus bergiat aktif di Rumah Tulis: Kita Bangkalan.

2 thoughts on “Sajak Doel Muafi”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *