sajak-sajak agnes puput chintami

MEMUJA BIBIRMU

Senja menyuruhku memuja bibirmu 
Yang basah
 
oleh seteguk anggur

Biarkan aku menjelma seekor semut 
Hari ini, menyerbu manis senyummu
 
Yang menggelegar
 
Seperti ledakan matahari
 
Memuncratkan jantungku
 
Membakar keheningan
 
Menebarkan abu asmara
 
Dalam aliran darah

“Beri aku satu ciuman lagi !”

Namun tubuhku kaku 
Dipasung senyumanmu
 
Sebelum kau beranjak
 
Meninggalkan segelas sisa anggurmu

agnes puput chintami 
Tasikmalaya, 2000
 

BERILAH AKU SETEGUK ARAK !

Sebutir bintang kupetik santun 
Kutaruh di kelopak matamu
 
Sebagai kerlip yang lama
 
Tertambat pada sendi-sendiku

Dadaku mendebarkan keasingan 
Malam, luluh menatap pesonamu

Bulan yang kau puja 
Terhalang kabut
 
Membiarkan angin mengoyak
 
Pita suaraku, agar aku tidak bisa
 
Berteriak

Cintaku !

Berilah aku seteguk arak 
Yang tidak memabukkan
 
Namun dapat membunuhku
 
Hentikan pengembaraan
 
Mengikuti jejakmu

Agnes puput chintami 
Tasikmalaya, 2000
 

SEBUAH LIRIK MATAMU

Lirik matamu,  kekasih 
Adalah kilatan halilintar
 
Yang merobohkan gunung es
 
Dan mencairkannya menjadi
 
Lautan
 
Rindu memenjarakanku
 
Pada sel waktu yang sempit
 
Hingga sesak,  membiru,  pecah
 
Menjadi puing-puing kata,  kupungut
 
Kurangkainya kembali dengan tangis.
 
Kini aku bersama cinta
 
Tertatih, merintih injaki aspal panas
 
Yang meleleh oleh kobaran asmara
 
Dari jantung yang terus berdenyut
 
Mengabarkan kisah seorang musafir
 
Tersesat di belantara.
 
Sungguh, betapa menyakitkan mencintaimu
 
Kelak
 
kematianku akan diwartakan
 
Karena sebuah tikaman lirik matamu
 
Di dadaku

agnes puput chintami 
tasikmalaya, 21 Desember 1999
 

M E N A R I

Biarakan aku menari bersama angin, senja ini 
Kekalkan lembayung
 
Kristalkan kata-kata
 
Menapaki jejak kambara
 
Yang masih tergurat seribu cinta

Mengingatmu dengan memetik F minor 
Adalah simfoni cakrawala jingga
 
Merebahkan dadaku
 
Untuk kau gerayangi dengan
 
Kehangatan tangan dan lidah
 
Melalui nadamu yang mendesah

Terkamlah aku !

Mumpung tarianku belum berhenti 
Agar keindahan lentiknya
 
Masih dapat kau nikmati

agnes puput chintami 
flamboyant 13, 2000

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *