sajak-sajak ahmadun yosi herfanda

RESONANSI INDONESIA

bahagia saat kau kirim rindu 
termanis dari lembut hatimu
 
jarak yang memisahkan kita
 
laut yang mengasuh hidup nahkoda
 
pulau-pulau yang menumbuhkan kita
 
permata zamrud di katulistiwa
 
: kau dan aku
 
berjuta tubuh satu jiwa

kau semaikan benih-benih kasih 
tertanam dari manis cintamu
 
tumbuh subur diladang tropika
 
pohon pun berbuah apel dan semangka
 
kita petik bersama bagi rasa bersaudara
 
: kau dan aku
 
berjuta kata satu jiwa

kau dan aku 
siapakah kau dan aku ?
 
jawa,cina,aceh,batak,arab,dayak
 
sunda,madura,ambon,atau papua ?
 
ah, tanya itu tak penting lagi bagi kita
 
: kau dan aku
 
berjuta wajah satu jiwa

ya, apalah artinya tembok pemisah kita 
apalah artinya rahim ibu yang berbeda ?
 
jiwaku dan jiwamu, jiwa kita
 
tulus menyatu dalam asuhan
 
burung garuda

        Jakarta, 1984/1999

SAJAK BULAN-BULANAN 
— catatan 15 agustus 1997

diatas monas bulan mengintip 
nonton pejabat baca puisi
 
di seberang monas
 
orang besar bermain bulan
 
menendang ke kanan
 
menyepak ke kiri
 
 
bulan agustus bulan upacara
 
saatnya bangsa mengenang pahlawannya
 
bulan agustus bulan krisis ekonomi
 
bulan mantan pejabat melarikan dolarnya
 
ke luar negeri, agar menjadi
 
pahlawan bagi duitnya sendiri

wanita datang bulan 
verbodenlah ia
 
pegawai tanggung bulan
 
menumpuklah tagihannya
 
bulan yang dijual di kaki lima
 
kue terang bulan namanya

diatas monas tersenyum bulan 
nonton pejabat baca sajak perjuangan
 
di luar monas
 
orang besar bermain bulan
 
orang-orang kecil
 
yang menjadi bulan-bulanan

                        agustus 1997 

THE RIB PRAYING

On a slab of stone 
Eva, a piece of rib, prayed:
 
Oh, my God, back me
 
to Adam’s chest ancient!

Thousand of years She wandered 
to seek love from a drop of dew
 
and Khuldi fruit that fell
 
into the world crack.
 
She wanted to end her negation
 
of beginning, an event that opened
 
the injury. In Arafah field–
 
where She have found the first
 
meeting trail–their love has been
 
stolen by meat and idol worshipper.

On a slab of stone 
Eva’s love also fell out
 
in brittle praying.

Ahmadun Yosi Herfanda 
Copyright ©1999 Ahmadun Herfanda
 

THE SPIDER VERSES

Two spiders who live in my eyes 
wound around their web in my body

“I’ve snared his hands,” said 
the spider in my right eye
 
“I’ve snared his feet,” said
 
the spider in my left eye
 
“You must snare his neck!”
 
“You must snare his mouth!”
 
“You must snare his mind!”
 
“You must snare his feeling!”
 
“We must snare all of his body and soul!”

So, like a powerless fly, 
I was hanging on spider web
 
And, like a hungry cat’s eyes,
 
the spiders observed me intently
 
to end my life

And the God in my imagination 
watching me only, laughing!

Ahmadun Yosi Herfanda 
Copyright ©1999 Ahmadun Herfanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *