sajak-sajak asep sambodja

KEPADA YATIM

jangan tanya padaku kenapa
adam tergoda bujukan hawa
di surga, sebelum bencana

kini pun adam merasa berdosa
setiap melihatmu dandan
berkaca pada hawa

Jakarta, April 2000
Asep Sambodja 

TELEGRAM

berita duka telah kutulis
bagi pohon cherry yang mati
nafasnya hanya sampai tebing
sebelum maut memungut

tak sabar kumenunggu waktu
buat seorang gadis
dalam ingatanku dulu
rambut tipis dan kacamata tipis

rasanya ingin kugambar luka di pipimu
yang memerah sebelum kau tahu
makna lancip pisau belatiku

Jakarta, April 2000
Asep Sambodja

ACEH BELUM MERDEKA

anak-anak muda di serambi mekah
mulai menghitung angka
dengan tulang-tulang bekas kerangka

anak-anak kecil di serambi mekah
tak bisa membedakan
tulang-tulang kerbau dan tulang-tulang manusia
karena tulang kerbau dibuang sembarangan
dan manusia diperlakukan seperti binatang

janda-janda di serambi mekah
mulai membenci gulai
sebab setiap merajang daging
mereka teringat suami yang mati
dan setiap melihat tulang-tulang
yang melekat pada daging
mereka teringat suami yang mati

ibu-ibu muda di serambi mekah
kini mulai gelisah
karena setiap memandang wajah anaknya
yang terbayang adalah kandang kambing
tempat ia diperkosa

Jakarta, 1999
Asep Sambodja

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *