sajak-sajak david c nainggolan

Serapah seadanya

Batu merah 
jadi saksi berapa
 
darah tumpah
 
di tanah bertuah

(aku bermimpi tentang 
tubuh hitam
 
dengan parang melintang
 
dan sebutan pahlawan)

Di lapangan merdeka 
tak satu pun tiang
 
berdiri menantang
 
antara menara silo
 
dan kubah beraksara suci

(aku mendapati duka 
diantara lepuhan asap
 
dan puing-puing sisa angkara)

Seorang bocah melas 
bertanya dengan muka pucat
 
pada pemuda telanjang dada
 
“bung, apa dong seng pikir katong lai?”
 
si muda menyeringai
 
bocah lari serupa tupai.

meditasi, januari 2000 

Mendung di negeri Lintah 
: untuk Gus

Seekor belalang hijau muda 
gerogoti daun
 
yang hampir serupa warnanya,
 
semut di tangkai
 
melenggang tak perduli

…..aku teringat manusia tanpa daya 
yang menonton kampungnya
 
dibakar dan diacak-acak
 
………..
 
sementara manusa lain
 
bersorak dan tepuktangan
 
sukurin…….!!

Seekor semut abu-abu 
menunggu kucing melahap
 
ikan sampai ke tulang,
 
sebelum dengan belalainya
 
ia memberitakan kegirangan
 
“ada makanan buat kita”

……. dalam benak melintas 
petualang politik
 
yang mulutnya hampir koyak
 
karena teriak
 
tentang ketidakadilan
 
sementara kakinya lasak
 
mencari yang bisa dimakan
 
hari ini apa
 
besok siapa

Gelap hampir meraja 
dalam aroma udara yang tak pasti,
 
disitu apa pun tak akan pasti warnanya
 
tapi setidaknya kita tahu
 
bahwa lintah hanya ingin menghisap
 
karena kodrat tidak terhindarkan

…… aku teringat orangtua yang berkata 
surga buatan hanya akan menjadi neraka
 
untuk sekelompok mahluk lain

(meditasi, Mei 2000) 

SERAPAH
: untuk para pelacur

Gimana kalau oral? 
mulutmu yang terlatih umbar janji itu
 
cuma pantas buat kemaluanku yang terlanjur ngaceng

Atau anal saja? 
Biar kusodok pantatmu dengan keras
 
dan kau bisa rasakan sakitnya
 
diperlakukan tanpa peri

senggama biasa? 
ampun, aku takut kena kencing nanah
 
dan menyimpan kuman dalam tubuh
 
yang telanjur cape ini

Memang sempat terpikir untuk berterimakasih 
atas keperdulianmu pada nafsu mudaku,
 
tapi itu basi sendiri karena kucium
 
wangi bangkai di selangkanganmu
 
( haram jadah !!)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *