Sajak-Sajak Wowok Hesti Prabowo | Puisi Protes Sosial Politik Reformasi

Sajak-Sajak Wowok Hesti Prabowo 

 

SAMPAI KAPAN
: Soeharto

sampai kapan kau biarkan aku. menangisi keangkuhanmu hingga pohon-pohon kurus, sawah-sawah pecah. ternak-
ternak melahirkan wabah. dan kau masih dengan langkah salah

sampai kapan kupahami batumu
suara-suara kau tangkap dengan diam. gemericik air kembali kau lemparkan. bahkan angin kau curigai mengalirkan
dendam

sampai kapan kau buka pintu besi. debu kau tangkapi matahari yang mengeringkan tanah itu kau puji

sampai kapan kau duduki terus kursi
sementara sepatu-sepatu iru tlah letih berdiri gelisahnya mengganggu tidurku

sampai kapan, ya sampai kapan roda itu kau hentikan putar

Tangerang, 1997
TRAGEDI

tak jelas siapa lelaki marah sore itu, ibu
ketika anak-anakmu telah kembali ke rumah. setelah sesiang berbagi derita dengan rumput trotoar bicaralah
tentang darah, ibu. yang menggenangi halaman rumah kita dan tangisan yang sengaja dilahirkan

o, terlalu mahal harga yang harus kita pertaruhkan sungguhpun aku prela. tetapi lelaki marah yang tak kita ketahui
entah siapa. mungkin kelak justru membalik sejarah dan tiba-tiba menutupi pengkhianatanyya dengan jaket
pahlawan oi, lambaian tangannya kulihat masih berlumuran darh bicaralah ibu. ya, bicaralah

biarkan. biarkan genangan darah itu
mengering di perutmu, ibu aku dan entah siapa yang sungguh mencintaimu tak kan lupa tragedi sore itu: saat
peluru dimuntahkan tangisan membelah Jakarta

“Senapan itu entah siapa kini menyimpannya”

Mei, 1999
DI DALAM BOTOL SULFAT

Marsinah,
kau hidup di dalam botol asam sulfat
entah siapa telah menuang separo isinya
hingga rintihmu terapung di tengahnya
kau selalu tergelincir ketika hendak mencapai lehernya
saat aku mencoba membuka tutupnya
kudengar rintihmu: pecahkan, pecahkan botol itu

Marsinah,
lukamu telah menyatu asam sulfat itu
aku selalu mencoba menumpahkannya
tapi orang-orang gagah dengan mulut seragam
tak ingin pecahannya melukainya
tak ingin asam sulfat melumatkannya

Marsinah,
di dalam botol asam sulfat itu
dukamu abadi

(Wowok Hesti Prabowo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *