Sajak Yenn Madyanto | Puisi Cybersastra

M E L A T I

Apa khabar, melati
wangimu masih terbayang
putihmu tetap terkenang
indahmu selalu terngiang

Bukan hanya itu, melati
banyak pasti tersimpan
segala manis padamu
di lembah benakku

Masih ingatkah, melati
saat suka bersama
kita berdua berceria
membagi nuansa tawa

Ketika itu, melati
coba ku raih tangkai lembutmu
‘tuk kutanam di kebun nirwana
dalam hampa hati ini

Dengarkah kau, melati
kala ku ucap janji
kan menjaga segala apa
kan pelihara semua apa

Tapi mengapa, melati
seperti kau tak mengerti
tampak disana keraguan
hingga dirimu menampik

Kini, melati
tak ada lagi kupunya
habis terasa daya
hilang terasa asa

Tak taulah, melati
kankah sanggup kutemukan
kankah mampu kudapatkan
bunga lain secantikmu

Tak yakin ku, melati
adakah bisa mengerti
adakah dapat memahami
warna jalan pikiranku

Selamat tinggal, melati
jangan sekali kau lupa
kawan bicara setia
disini berada.

Dalam mendung, akhir Juli ’96.

B A N T A L K O E

masih maukah kau mendengar,
bantalku yang baik hati,
sedikit curahan kerikil
yang tengah mengganggu
di benakku ini

masih sabarkah kau menerima,
bantalku yang baik hati,
tetesan air mata lagi
karena ku tak tahu
kemana harus kutumpahkan

masih mampukah kau merasakan,
bantalku yang baik hati,
segala yang kurasa kini
yang bergumul bersatu
menjadi kegusaran hati

bantalku…
sulit ternyata bicara cita
bila cita terlalu tinggi
sulit ternyata arungi dunia
bila dunia terlalu benci
sulit ternyata penuhi mimpi
bila mimpi terlalu indah
sulit ternyata pahami hati
bila hati terlalu pasrah
sulit ternyata meraih asa
bila asa terlalu lumpuh
sulit ternyata memetik bunga
bila bunga terlalu jauh
sulit ternyata lupakan bayang
bila bayang terlalu manis
sulit ternyata pupuskan sayang
bila sayang terlalu romantis.

BILA KANGEN

Bila kangen datang terlalu pagi
Angin masih dingin
sepoi
terasa

Bila kangen datang terlalu pagi
Tiada pertahanan hati
kecuali
mimpi

Bila kangen datang terlalu pagi
Bayangmu menggoda
jelas
menyiksa

Bila kangen datang terlalu pagi
Hangatmu maya
ingin
kupeluk

Bila kangen datang terlalu pagi
Pertemuan masih jauh
jarak
terentang

BLACK AND WHITE

mengapa harus ada mimpi
kalau akhirnya takkan terjadi
mengapa harus ada hasrat
kalau akhirnya takkan tersirat
mengapa harus kudekap harap
kalau akhirnya takkan tertangkap
mengapa harus ada cinta
kalau akhirnya takkan tercipta
mengapa harus ada suka
kalau akhirnya takkan bahagia

mimpi membuat ku gembira
mimpi jua membuat ku tersiksa
hasrat membuat ku terlena
hasrat jua membuat ku berduka
harap membuat ku berusaha
harap jua membuat ku putus asa
cinta membuat ku berbunga
cinta jua membuat ku terluka
suka membuat ku ceria
suka jua membuat ku merana

C E R M I N

terlihat wajah akrab itu
wajah yang setia menemaniku
yang selalu hadir disana
yang senantiasa menghiburku
namun tidak saat ini,
ia hanya diam
air mukanya tak tentu
sedih bingung sendu menyatu
menampakkan kelesuan mendalam,
bibirnya mencoba tersenyum
mencoba tuk tetap tegar
menghadapi apa yang dihadapi
walau terlihat dipaksakan,
matanya sedikit layu
menatap kosong diriku
memancarkan kehampaan
menyamarkan kedukaan,
kala sendiri ku amati cermin…

SEKALI pun

sekali pun tak pernah terpikir…
bahkan terlintas di dasar benak ini,
betapa ternyata besar adanya
perasaan kasihku padamu mentarie
yang telah memberi cahaya
yang menghidupkanku kembali
yang selalu temani ketika gundah

sekali pun tak pernah terpikir…
bahkan terlintas di dasar benak ini,
betapa ternyata teguh adanya
harapan tuk mendekapmu mentarie
sehingga ku terlena hangatmu
sehingga ku tetapkan hati
sehingga ku abaikan sinar lain

sekali pun tak pernah terpikir…
bahkan terlintas di dasar benak ini,
betapa ternyata lekat adanya
terpatri di hati namamu mentarie
membuatku bergetar saat tersebut
membuatku terlena bila terucap
membuatku sulit melupakan

sekali pun tak pernah terpikir…
bahkan terlintas di dasar benak ini,
betapa ternyata indah adanya
mimpi tercipta karnamu mentarie
tuk berbagi duka yang ada
tuk rasakan bahagia bersama
tuk jelajahi dunia berdua

sekali pun tak pernah terpikir…
bahkan terlintas di dasar benak ini,
betapa ternyata pedih adanya
pilu kunikmati tanpamu mentarie
tatkala semua hanyalah semu
tatkala segalanya melayang jauh
tatkala nuansa berakhir hampa.

Lingkaran sepi

    Jarak,
mengapa kau menghalangi
saat rindu menyengat diri

Rindu,
mengapa kau hadir kembali
saat gundah menghampiri sepi

Gundah,
mengapa kau mengganggu
saat hati tak menentu

Hati,
mengapa kau bergejolak
saat hasrat bergeletak

Hasrat,
mengapa kau menggoda
saat cinta menyapa

Cinta,
mengapa kau merayu
saat bimbang menyerbu

Bimbang,
mengapa kau bersimpuh
saat jarak berlabuh ??

Sebentar tadi

malam sebentar tadi
saat mimpi masih menyatu
dirimu hadir kembali
membawa satu bingkisan rindu
yang selama ini dalam kuharap

senyummu menebar suka
sukamu mengundang tawa
tawamu membawa bahagia

dan hatiku berkata;
Aku sayang kamu

pagi sebentar tadi
saat mimpi telah berlalu
dirimu pergi kembali
meninggalkan bercak bercak rindu
yang selama ini erat melekat

kuterdiam, diam sendiri
kusendiri, sendiri merenung
kemerenung, merenung terjaga

dan hatiku berbisik;
Aku kangen kamu

jerit hati

kalau saja ada kata
yang bisa ungkapkan perasaan
yang lebih tebal daripada tebal
yang lebih dalam daripada dalam
yang lebih sekali daripada sekali
yang lebih sangat daripada sangat,
maka aku akan ungkapkan itu padamu
karena yang ada di hatiku kini
bukan perasaan kangen
bukan perasaan rindu
bukan perasaan sayang
bukan perasaan cinta
namun lebih daripada itu semua.

Rindu

hanya sekuntum rindu ini yang tersisa
berduri memang, namun haruskah ia mati jua?
dulu bersama kita tanam ia
dulu berdua kita suburkan ia
sampai kau tak lagi menyiramnya

hanya segenggam rindu ini yang tersisa
suram memang, namun haruskah ia terbuang jua?
jangan cegah aku memeluknya
jangan larang aku menghiburnya
sampai kulihat lagi cerah wajahnya

hanya sekerat rindu ini yang tersisa
rusak memang, namun haruskah ia terpupus jua?
biarlah kusimpan sejenak ia
biarlah kedekap sekali lagi ia
sampai mentari taburkan sinarnya

menyusur kabut, awal 99

Masih

Masih terlintas jelas,
jelas sekali di telinga ini
saat kau bisikkan lembut
“Aku sayang kamu”
dan akupun melayang jauh

Masih terlintas jelas
jelas sekali di hati ini
saat kau katakan mesra
“Aku rindu kamu”
dan akupun terbang bebas

Masih terlintas jelas
jelas sekali di jiwa ini
saat kau hempaskan segalanya
dan hancurkan butiran masih

kosong

kuberkata pada embun, pada pagi
yang senantiasa hadir temani
bila terjaga ku dari mimpi
tentangmu

kuberkata pada dingin, pada hujan
yang senantiasa coba menghibur
ketika tergiang ku samar samar
bisikmu

kuberkata pada sepi, pada hampa
yang senantiasa kerap bernyanyi
kala bergulat ku dengan gundah
bayangmu

kuberkata pada diam, pada tenang
yang senantiasa datang menggoda
saat berselimut ku dalam rindu
padamu

amburadul

terlantarku dari kesadaran
sementara benih benih semangat semakin rancu
bergumul berserakan berantakan dalam sampah kerinduan
menggumpal tersapu hujan

terlenaku dalam kehampaan
sementara kaki kaki pengharapan semakin melepuh
berdarah bernanah berguguran di simpang batas kebimbangan
menyepi kelembah sunyi

terpurukku pada kesuraman
sementara duri duri mimpi semakin menghantui
bertaring bercakar bergoresan dalam gelembung pengharapan
terbang bebas tinggi

dua dua

dua tahun dua bulan lalu
ada getaran disini
di sudut bahagia ruang hati ini
getaran indah yang tak pernah terjadi
dan tak pernah akan lari

dua menit dua detik lalu
ada getaran disini
di sudut hampa ruang hati ini
getaran perih yang tak pernah termimpi
dan tak pernah mau lari

Dalam Kabut, 30 Jun’99

lirih

ijinkanlah ku,
pekikkan galau ini
teriakkan resah ini
jeritkan gelisah ini
kumandangkan benci ini
snandungkan pilu ini
nyanyikan sedih ini
suarakan sendu ini
:kusayang kamu


Dear Cinta,

Dear Cinta,
apa itu kau yang menggelitik hati ini
geli juga rasanya

Dear Cinta,
apa itu kau yang menusuknya kemudian ?
sakit juga rasanya

setengah pikiranku

dulu, setengah pikiranku terisi oleh kamu,
bayangmu, senyummu, bisikanmu dan kamu
setengah yang lain diisi oleh bahagia
yang merajut mimpi indah, harapan dan cita cita ..

kini, setengah pikiranku masih terisi oleh kamu,
bayangmu, candamu, bisikanmu dan kamu
setengah yang lain diisi oleh kabut tebal
yang memberai mimpi indah, harapan dan cita cita..

tapi aku

tapi aku bukan semua orang
yang mudah tuk lupakan masa lalu

tapi aku bukan dia
yang seenaknya merebut kau dariku

tapi aku bukan kamu
yang begitu saja pergi dariku

tapi aku adalah aku
yang masih juga sayang kamu.

salah

kutahukusalah
saat kupercaya kau sepenuhnya
kusadarkusalah
saat kutumpahkan seluruh kasihku untukmu
kuyakinkusalah
saat kupertaruhkan masa depanku bersamamu
kupercayakusalah
saat kumasih juga melakukan kesalahanku saat ini

kerbau

apakah kau pikir ku akan tetap mencintaimu
setelah apa yang kau lakukan padaku?
apakah kau pikir ku akan setia padamu
setelah apa yang kau perbuat padaku?
apakah kau pikir ku akan masih mengharapkanmu
setalah apa yang kau kerjakan padaku?

pikirkan sekali lagi, karena semua itu…
benar adanya!!

luber

tadinya kukan memberikan cinta sepenuhnya
untukmu,
tadinya kukan menumpahkan sayang sepenuhnya
bagimu,
tadinya kukan mengalirkan kasih sepenuhnya
padamu,

tapi ternyata yang terjadi lebih dari itu,
maaf

aku hanya

aku hanya penikmat,
bukan pemikat
aku hanya pemerhati,
bukan pematahati
aku hanya pembaca,
bukan pembicara
aku hanya kolektor,
bukan provokator
aku kadang mencoret,
bukan mencopet
aku kadang menyanyi,
bukan menyalahi
aku kadang mengoceh,
bukan berceloteh
aku kadang ke wartel,
bukan jadi intel

ijinkan aku permisi kawan…

Isis

Tiada yang lebih manis dari sebuah manis
manis rindu, manis sunyi, manis teragis
Tiada yang lebih bengis dari sebuah bengis
bengis sarat, bengis siasat, bengis terisis
Tiada yang lebih menangis dari sebuah tangis
tangis hati, tangis nurani, tangis meringis
Tiada yang lebih habis dari sebuah habis
habis hilang, habis lenyap, habis mengempis

bukan tak

bukan tak mau kuungkapkan lewat kata
bukan tak ingin kelepaskan lewat suara
bukan tak kuasa kuisyaratkan lewat sapa
bukan tak sanggup kutampilkan lewat gaya
bukan tak mampu kuterjemahkan lewat cinta
bukan tak mungkin kulakukan lewat segalanya

namun benarkah ia disana ?

Virus K

Kupukupu,
katakanlah kepadanya
keping keping kerinduanku

Kinantan,
kabarkanlah kepadanya
keluh kesah kegundahanku

Kakaktua,
kisahkanlah kepadanya
kuncup kuncup kegelisahanku

Kutilang,
kicaukanlah kepadanya
“Kasih, kapan kembali kamu ?”

bunga kasih
:buat kalian berdua

bisa kurasa buih keceriaan membasahi airmukamu
tatkala demam rindu hilang terobati
dalam kehangatan

bisa kurasa hawa kebahagiaan mengelilingi auramu
tatkala mimpi mimpi bangkit berdiri
dalam dekapan

bisa kurasa bulir kegembiraan mengaliri darahmu
tatkala benih kesabaran berbuah sudah
dalam genggaman

bisa kurasa desah keharuan melingkupi nafasmu
tatkala butir harapan menjelma nyata
di depan mata

dan doa doa syukur pun mengalun merdu.

medio Juli’99

pada suatu hari

pada suatu hari aku jatuh cinta
pada angin sejuk musim semi
yang kerap terhembus lewat nafasmu

pada suatu hari aku jatuh cinta
pada alunan mesra nyanyian seruni
yang selalu hadir iringi bisikanmu

pada suatu hari aku jatuh cinta
pada kicau ceria senandung nuri
yang sering terbaca dibait bahasamu

pada suatu hari aku jatuh cinta
pada harum semerbak wangi melati
yang senantiasa hiasi aroma tubuhmu

pada suatu hari aku jatuh cinta
pada kilau lembut mentari pagi
yang jelas terlukis di manis wajahmu

spring, 01


i.n.g.i.n.

:buat seseorang yang lagi murung

ingin kuhapus air matamu lagi
agar tangis enggan kembali

ingin kuusap tangismu lagi
agar senyum mekar berseri

ingin kulukis senyummu lagi
agar tawa tergerai ramai

ingin kupancing tawamu lagi
agar bahagia menghampiri

ingin kujemput bahagiamu lagi
agar hari ini jadi berarti

033001

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *