Tag Archives: Esai Sastra

GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR[1]

Oleh: Cunong Nunuk Suraja

Bulan April memang identik dengan bulan sastra dengan titik tolak pemikiran Chairil Anwar yang ditengarai sajak-sajaknya oleh Sutan Takdir Alisjahbana(STA) sebagai rujak: “Makanan ini asam, pedas, asin, dan banyak terasinya, berguna untuk mengeluarkan keringat, tapi tak dapat dijadikan sari kehidupan manusia.” (Dalam Goenawan Mohamad. 2011.“Takdir: Puisi dan Antipuisi” Puisi dan Antipuisi. Jakarta: Tempo dan PT Grafiti Pers. pada halaman 74 dan 171). Sajak-sajak semangat Chairil Anwar walaupun juga diketahui sebagai karya saduran memang menyodorkan pemilihan kata baru yang meruyak dan memporak-porandakan kosa kata Bahasa Indonesia yang saat itu masih dianggapbaru mulai merdeka. Sajak Aku, Diponegoro, Krawang- Bekasi untuk menyebutkan beberapa sajak yang mewakili zaman perjuangan kemerdekaan dengan semboyan 45. Keberpihakan penyair pada perjuangan kemerdekaan dengan sajak Persetujuan dengan Bung Karno juga makin menokohkan sajak rujak itu cukup pedas walau diingkari tak bergizi oleh STA.

Continue reading “GELOMBANG CYBERSASTRA RUJAK KATA PUISI GRAFITI CHAIRIL ANWAR[1]” »