Tag Archives: puisi sengkuni

Musim Semi

Gemuruh angin musim semi
Masih tersisa sedikit aroma musim dingin
Dedaunan mulai tumbuh
Bunga-bunga mulai bermekaran

Kicauan burung menyambut bahagia kehangatan bumi
Kodok, bebek, angsa, tidak lagi bersuara kesakitan
Serangga-serangga musim panas pun mulai bermunculan
Dan matahari enggan untuk menenggelamkan diri

Manusia barat mulai tampak lebih baik
Bibir-bibirnya tak lagi membeku
Hati-hatinya tak lagi kaku
Sebagaian besar mahluk hidup, hidup.

Sengkuni, Crèvecœur-le-Grand 10/06/2012