Urat-Urat Nadi

URAT-URAT NADI :kata yang bergulir kita secuil raga, pengarung waktu digamit bait bait sempit kian lekang, ditelan awan hitam menakutkan

Musim Semi

Gemuruh angin musim semi Masih tersisa sedikit aroma musim dingin Dedaunan mulai tumbuh Bunga-bunga mulai bermekaran Kicauan burung menyambut bahagia kehangatan bumi Kodok, bebek, angsa, tidak lagi bersuara kesakitan Serangga-serangga musim panas pun mulai bermunculan Dan matahari enggan untuk menenggelamkan diri Manusia barat mulai tampak lebih baik Bibir-bibirnya tak lagi membeku Hati-hatinya tak lagi kaku…

Sajak-sajak Toto St Radik

SELAT JOHOR selat johor sediam batu dinihari dirundung murung di seberang singapura yang kecil menyala bagai kawanan kunangkunang liar menyerbu mataku menikam hatiku yang bolong selat johor sediam batu bulan tumpas tanpa jejak segaris sinar memancar dari dasar laut tegak lurus seperti tombak yang menagih negeri dan kudengar suara ibu memanggiliku selat johor sediam batu…

Sajak-sajak Sutan Iwan Soekri Munaf

Sajak untuk Medy Loekito Awal adalah segala tanya dan sangsi berantai tertanam di setiap lekuk senja tentang siapa dirimu datang menghandai Dalam seiring sejalan kudapat sepotong jawaban pada seekor semut yang rela direnggut maut Dan pelan-pelan kuberbisik pada kalbu tentang kesabaran akan berbuah sebongkah harapan dan kuulangi lagi dalam kisi hati terawangi langit biru lepaskan…

Sajak-sajak Tiar “iyang” Rahman

puisi kelima belas sudah kuterima rindumu yang kau titipkan pada jernihnya sungai di desa kita dahulu yang kadang keruh karena gembala memandikan kerbaunya sebelum beranjak pulang :”AKU PUN RINDU” sudah kudengar salammu yang kausampaikan dengan kokok ayam pagi hari dan burung pipit yang bernyanyi di jendela hati bangunlah…. :”SALAM JUGA BAGIMU” (semoga selamat, rahmat dan…

Sajak-sajak Togog Tedjasomantri

Di Awang-awang ku tulis namamu N,….. Seperti sore tahun kemarin N, aku masih memerlukanmu merapikan peta perjalanan dan menyusun perbekalan sebab kita akan menuju ke arah barat tempat matahari pulang tempat senja mengunjungi kelopak mata tempat harapan kita pernah disimpan disimpan di arah barat – Di awang-awang kutulis namamu N, agar bisa terlihat dari sembarang…

Sajak-sajak Tomita Prakoso

DENGAN MANNEQUIN (sebuah fragmen telenovela) –> DN Aku tak tahu mengapa mesti jadi saksi bagi kebebasanmu sedang dalam diriku sebuah ilusi telah kusiapkan untuk mengikatmu, dengan janji kau akan lebih bebas nanti Aku pun tak tahu apa kita telah sama jadi penyaru (yang penuh dengan gincu !) Tak tahu pula mengapa kita bisa terlupa pada…

Sajak-sajak Tulus Wijanarko

ADZAN PUN LALU mihrab membisu diremas waktu menunggu sang imam tak kunjung berwudhlu. oktober, 2000 tuluswidjanarko LELAKI DI GERBANG KOTA Kemanakah gema suara lelaki, yang pernah menyeru di gerbang kota, zaman demi zaman, jazirah-jazirah, tepi-tepi benua ingin kujaring satu patah saja diantara desau angin, membentur-bentur dingin pencakar langit, lelaki di gerbang kota muara rindu kegelisahan,…

Sajak-Sajak Viddy Almahfoud Daery

SEPANJANG PACIFIK HIGHWAY¬† pro: Sally Blackfellow lihatlah jalan panjang Pacifik Highway membawaku dari Brisbane ke rumahmu melewati hutan-hutan yang luas dan sungai-sungai yang sunyi kenapa kau matikan televisimu? padahal dari negeriku yang riuh telah lama kukirim gambar kupu-kupu yang kau minta untuk Taman Koolangata janganlah mengurung diri di rumahmu yang indah karena dari Toowomba sampai…

Sajak-Sajak Wahyu Prasetya

ANAKKU MENULIS MERDEKA ATAU MATI Dengan cat semprot anakku menulis di dinding-dinding rumah kalimat yang ia pilih dari buku tulis sejarah sekolah dasarnya warna merah yang melukiskan masa lampau pekikan ada luka parah, da khianat, ada timbunan tentara, petani… peperangan akan selalu direncanakan dari pikiran sebuah rumah maka ia mengecatnya, “merdeka atau mati” lalu teman-temannya…