Tag Archives: Sejarah

Cybersastra menelusuri lorong waktu dengan Wayback Machine

Ada semacam kerinduan pada masa lalu, namun seringkali tidak dapat dijangkau kembali. Banyak orang mengangankan untuk menengok kembali masa lalunya dengan menggunakan mesin waktu. Saat ini keinginan tersebut dapat terwujud, karena internet memungkinkan kita untuk bisa melihat kembali dokumen-dokumen yang berserakan gara-gara diretas oleh sekelompok hacker sedangkan pengelola situs tidak menyimpan cadangannya.

Situs cybersastra.net yang sangat fenomenal di awal tahun 2000-an ternyata masih bisa ditelusuri beberapa bagian yang tersimpan. Archive.org menyimpannya demikian rapi, hasil dari crawl mereka selama beberapa tahun dengan target cybersastra.net. Silakan bernolstalgia dengan masa lalu cybersastra.net dengan mengunjungi: http://wayback.archive.org/web/*/cybersastra.net

Anda dapat menyelamatkan tulisan-tulisan yang pernah anda buat beberapa tahun lalu. Selamat mencoba.

 

“Filsafat Sejarah dan Sejarah Filsafat: Dinamika Ruang, Waktu, dan Aku”, bab 2 Hampiran Hampiran

Oleh: Nurrudin Asyhadie

———————————-

Sejarah adalah nostalgia. Ia adalah pembukaan masa lalu dan penyajiannya pada masa kini. Sebuah penghadiran kembali; representasi dari sebuah rumah, posisi, dan eksistensi yang oleh berbagai sebab, terutama oleh kefanaan waktu menjadi uap di kaca jendela.

Virginia Woolf, sastrawati Inggris yang merupakan salah satu tonggak kesusastraan modern oleh karena pembocoran realitas luar dengan realitas dalam pada karya-karyanya—gaya yang nantinya di Perancis dikenal sebagai glass dan menjadi genre tersendiri—pada tahun 1941, menulis sebuah sketsa berjudul A Sketch of The Past. Sketsa ini diperuntukkan bagi Memoir Club, sebuah perkumpulan teman-teman akrab dan para cendikiawan kelompok Bloomsbury, seperti: John Maynard Keynes, Clive, dan Vanessa Bell.

Karangan itu ditulis sebagai selingan tatkala Virginia sibuk menggarap biografi Roger Fry. Memoar itu dibuka dengan narasi “Dua hari yang lalu, tepatnya pada hari minggu 16 April 1939.” Hari itu ia bertemu dengan Nessa, kawannya, yang mengatakan kepadanya jika ia tidak mulai menulis memoar, ia akan terlalu tua. Ia akan berusia delapan puluh lima tahun dan melupakan semua.[1]

Continue reading ““Filsafat Sejarah dan Sejarah Filsafat: Dinamika Ruang, Waktu, dan Aku”, bab 2 Hampiran Hampiran” »