tanpa judul

SajakĀ Herry Nurdi

tibatiba, malam ini
kau ingin berganti nama
“nama ini tak punya nyawa,” teriakmu
“aku tak bisa melakukan apa-apa
dengan nama ini.”

lalu kau membuka satu album foto
dan memilih
setiap potret gambarmu
sejak bayi sampai kemarin pagi
kau siram dengan minyak tanah
dan membakarnya
“andaiku bisa
tak ingin kupakai wajah yang sama.”

lalu mulai kau cabut hidung
dan telinga, rambut dan bibir
mata dan akhirnya seluruh kepala
tapi dengan cepat ia
tumbuh kembali
sama persis seperti semula

lalu kau berlari ke dapur
mencabut bilah pisau dan
menanamkan tepat di jantung
namun tak mati juga

“karena nama ini,
mati pun bukan milikku lagi.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


5 × four =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>