TAUTOLOGI DAN CELAH-CELAH DI SEKITAR “KATA,WAKTU”

Oleh: Tulus Wijanarko Hidup ini singkat, sedangkan begitu banyak kesaksian harus disampaikan. Begitu seorang penulis pernah mengungkapkan alasannya menjadi pengarang. Itu sebabnya, lebih dari sekedar bukti keterampilan mengolah kata-kata, karya yang lahir dengan alibi macam itu berpretensi menjadi saksi bagi zamannya. Dan, dengan demikian selalu pantas untuk disimak. Kita tak pernah tahu mengapa Goenawan Mohamad (GM) memilih menjadi penulis untuk mengisi –mungkin sebagian terbesar— dari hidupnya. Konon, ia mulai menulis sejak berusia 11 tahun. Tetapi, apapun alasan itu, sepertinya seluruh tulisan GM tak akan pernah menjadi sia-sia. Setidaknya itu terasakan…

Sajak-sajak Tulus Wijanarko

ADZAN PUN LALU mihrab membisu diremas waktu menunggu sang imam tak kunjung berwudhlu. oktober, 2000 tuluswidjanarko LELAKI DI GERBANG KOTA Kemanakah gema suara lelaki, yang pernah menyeru di gerbang kota, zaman demi zaman, jazirah-jazirah, tepi-tepi benua ingin kujaring satu patah saja diantara desau angin, membentur-bentur dingin pencakar langit, lelaki di gerbang kota muara rindu kegelisahan, kukembarai stasiun demi stasiun pada setiap kereta yang berangkat jubelan penumpang disergap sepi wajah-wajah dingin dan kosong. masihkah engkau menunggu di sana setelah terompet itu dibunyikan? oktober, 2000 tuluswidjanarko KEBERANGKATAN : laila 1 sekali lagi…