Di musim kenangan

I/
Pergilah
Mencari jalan keluar
Atau luka yang basah

Di tiap kubangan
Yang sempurna, kau akan tahu
Siapa yang riuh. Bersamamu
Dan bersama cuaca buruk itu

Di tiap bayangan dan jawaban
Aku rasa aku akan tahu
Dari mana datangnya kekalahan
Dan sejarah kemenangan

II/
Kuatlah
Sesekali, percayakan nasib
Pada cinta dan kehendak spontan
Sebab di sana, kalimatmu
Takkan jadi apa-apa. Luka tak datang
Dan rindu tak bikin kita berjarak

Tundalah mimpi-mimpi yang patah
Aku sengaja, dengan tenang
Memilih kesakitan sebagai cara
Mengurai cinta yang gagal lahir

III/
Saat orang-orang sibuk jadi jendela
Saat itu, baiknya kita mengenang segala
Dengan kenyataan. Kau hujan
Aku sungai. Di sekeliling kita hutan
Dan tujuan kita adalah perjalanan

Sepanjang kesunyian itu
Kau akan mendongengkan aku
Percakapan dua orang kalah
Yang diam-diam membuntutimu
Dengan air mata dan kepercayaan
Yang melulu jadi pertanyaan

IV/
Seandainya kau tak bergetar
Pada kecemasanku. Hidupkanlah
Perasaan dan kenangan-kenangan
Di wajah gelandangan penghuni taman

Di taman itu aku bernyanyi
Soal sudut-sudut diam yang dihuni
Kecemasan dan kebodohan negara
Yang selalu salah saat mengganti
Lampu phillips dengan lampu petromaks

Related posts

Leave a Comment