Puisi Rumah Kontrakan

Dapur #1

ruang.
melompong
dipenuhi toples
kosong.

kesepian.

ikan tongkol basah
dalam keranjang
menanam asin garam.
laut berlumpur hitam
dipenuhi kapal layar aneka warna.

pemabok di atas geladak memuja bulan!

ditikamnya bintang bintang
di puncak tiang layar
yang kecil yang jauh yang gemerlapan
berulang ulang dengan sebilah parang.
jarum kompas di saku celana
membeku bersama cerita hantu
masa lalu.

badai sialan!

membuat maboknya tambah kacau
meninggi
air laut pasang
ombak menggigil dan demam
buihnya tersangkut di batu karang
di gigi dan bualan.

mercusuar
memandang
kapal kecil berlayar kecil
di kejauhan
bagai kekasih yang lama mendengkur
dalam derita rindu bantal dan kasur
hotel murahan.

lama
lama
terlalu lama
hijau pinggul hijau pantai hijau
hijau daratan hijau denyut sungai hijau
O tetek Ibu menyala di atas tikar pandan!
O jagat raya di luar dan di dalam
berkilauan bagai sisik sisik ikan
yang berlompatan
di garis rinduku
padaMU!
Jogja, 9 Februari 2012

Dapur #2

bocah kecil di atas tungku menanak nasi dan sendiri

di dekapnya pisau dekat jantungnya dekat sekali
cangkir sisa kopi menjebak busuk kecoak di dalamnya.
kayu kering bersandar di dinding
dekat wajan penggorengan di samping rak piring
siapakah gerangan perempuan yang meletakkannya di sana?

perempuan dengan tali sabut telah lama mati gantung diri
dalam mie instant serta tabung gas elpiji. dan hujan bulan Juni
ditelan kucing hitam diam diam dalam pekat malam
dalam melankolis tipis gerimis
kehilangan suara jangkrik kehilangan bulan!

bocah kecil di atas tungku menanak nasi dan birahi!

Jogja, 10-20 Februari 2012

 

Dapur #3
; Nazrul Muncak dan James Van Ringo

subyekku ialah jaring laba laba di tembok
merekah sisa gempa 2005. bayangkan! tubuh
manismu terjerat dalam jaringnya
bersama sendok sendok kehilangan denting piring
dan mulut anak anak kehilangan kehangatan cinta keluarga.
bayangkan! lembut kakinya menggerayang tubuh
telanjangmu lalu dengan gigitannya yang suram
membuatmu menggelepar bagai ikan di wajan penggorengan.
bayangkan! laba laba itu dirimu yang terjebak
asap dapur dari tungku yang dinyalakan gadis tetangga
dengan kayu hutan basah.

Ah, hujan yang tak henti meludah dari atap rumah yang bocor!

bayangkan! jika laba laba hitam sialan itu Aku
dan kupu kupu indah itu Kamu.

Bayangkan!
Laba laba itu dirimu yang terjebak di bulan!

Jogja, 11 Februari 2012

 

Dapur #4

lada.

sejarah dan dukacita!
luka yang hampa
gunung lava menyala
liukan sungai mengiris
kesunyian daging dan tulang.
dunia takjub memandang!
agrikultur hijau jamrud dan geografi
berkabung dalam liur ular berbisa.
keunggulan ras manusia dan bendera bendera
perahu perahu dimuati darah dan mineral
membangun tirani. memonopoli kelam
menelanjangi gelap kebodohan.

kanal kanal hitam
kanal kanal hitam

Daniel Sahuleka
sialan!
katak rawa bermuka dua
bernyanyi lagu cinta di atas bendungan
di bawah bulan orange berlumur keju
disaksikan Van Gogh dari dalam kuburnya
sambil dihisapnya nikmat ganja.

kanal kanal hitam
batu batu hitam

aku memandang
busung lapar
dan kutu busuk
beras kupon yang membusuk.
derita asap dapur menggepul hitam
bagai ban bekas yang dibakar para demonstran.
yel yel membosankan dari gairah kemiskinan
jalanan aspal bagai cairan logam
membakar sol sepatu anggota dewan
mulutnya dipenuhi cacing tanah dan viagra.
menghisap dalam tanah dalam sel dalam darah
melacur di permukaan di alang alang di ranjang.

kanal kanal hitam
payung payung hitam

macan kertas!
tak bertaring
tak berdaging
poster di dinding dinding
aku merinding melihatmu pucat terbaring
di balik jeruji sel sesak udara bau kencing
jaring laba laba hitam menjerat arloji
atap rumah piring seng serta anak-isteri
lima hari kuali terisi karet sandal dan batu kali
pahit kemlaratan menekan pundak
melekat usus-lambung menempel di tulang punggung.
tuhan begitu jauh membuat jarak
dengan urat leher dan lidah dan jantung
dan matahari menelan bumi dalam satu gigitan.
lalu angin kering musim kemarau
merubahmu jadi harimau!

kanal kanal hitam
kanal kanal hitam
lada hitam
lada hitam
luka yang hampa
nikmat dan kutukan!

Jogja, Februari 2012

Related posts

Leave a Comment